Ancaman Stroke Meningkat di Indonesia: Kenali Golden Period 4,5 Jam dan Panduan FAST untuk Selamatkan Nyawa

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Stroke

Ilustrasi Stroke

1TULAH.COM-Stroke telah menjadi krisis kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan peningkatan angka penderita stroke yang mengkhawatirkan.

Saat ini, terdapat 8,3 penderita stroke per 1.000 penduduk, melonjak dari 7 per 1.000 pada survei tahun 2013.

Peningkatan ini memposisikan stroke sebagai penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia, bahkan menjadikannya yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Data ini menjadi alarm keras bagi masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam pencegahan serta penanganan stroke.

⏳ Pentingnya Golden Period 4,5 Jam: Setiap Menit Berarti

Meskipun statistik stroke terkesan menakutkan, kabar baiknya adalah risiko kematian dan kecacatan permanen akibat stroke dapat ditekan secara signifikan. Kunci utamanya terletak pada kecepatan pertolongan medis.

Menurut panduan medis, seorang penderita stroke harus segera mendapatkan pertolongan di rumah sakit dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Periode krusial ini dikenal sebagai Golden Period (Waktu Emas).

“Setelah mampu mengenali gejala, sangat krusial agar penderita segera dibawa ke rumah sakit siaga stroke kurang dari 4,5 jam agar peluang pemulihan lebih besar,” ujar dr. Richard Santoso, Head of Medical PT Anugerah Pharmindo Lestari, a Zuellig Pharma Company.

Baca Juga :  Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Penegasan ini sejalan dengan tema World Stroke Day 2025, yaitu “Every Minute Counts”. Berdasarkan panduan European Stroke Organization 2021, terapi yang diberikan pada pasien Acute Ischemic Stroke (AIS) dalam rentang waktu Golden Period dapat secara signifikan mengurangi risiko kecacatan. Keterlambatan satu menit berarti hilangnya jutaan sel otak secara permanen, menegaskan bahwa waktu adalah segalanya.

💡 Panduan Mudah FAST: Kunci Mengenali Gejala Stroke

Keterlambatan seringkali terjadi karena masyarakat tidak mengenali gejala awal stroke. Untuk membantu masyarakat bertindak cepat, World Stroke Organization (WSO) memperkenalkan akronim sederhana yang mudah diingat: F.A.S.T.

Mengenali tanda-tanda ini sangat penting, tidak hanya bagi individu berisiko tinggi, tetapi juga bagi seluruh anggota keluarga, karena stroke dapat menyerang siapa saja dan kapan saja.

Huruf Tanda Bahaya Stroke Tindakan yang Harus Diperhatikan
Face (Wajah) Wajah tampak menurun sebelah atau sulit tersenyum. Perhatikan apakah sudut bibir tidak simetris.
Arm (Tangan) Salah satu tangan terasa lemah atau sulit diangkat. Coba minta pasien mengangkat kedua tangan secara bersamaan.
Speech (Bicara) Bicara terdengar pelo, cadel, atau sulit memahami ucapan. Perhatikan jika pasien kesulitan mengucapkan kalimat sederhana.
Time (Waktu) Segera cari pertolongan medis di rumah sakit siaga stroke. Ingat waktu gejala pertama muncul dan segera bertindak!
Baca Juga :  KPK Dampingi Direksi WNA Garuda Indonesia Isi Laporan Harta Kekayaan

Berita Terkait

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR
Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 13:23 WIB

Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Berita Terbaru