Mundur dari DPR RI Usai Kontroversi: Mengapa Keponakan Prabowo Ini Pilih Melepas Jabatannya?

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekam Jejak Karier Rahayu Saraswati. (Instagram/rahayusaraswati)

Rekam Jejak Karier Rahayu Saraswati. (Instagram/rahayusaraswati)

1TULAH.COM-Anggota DPR RI Rahayu Saraswati atau akrab disapa Sara, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi parlemen. Keputusan ini diambil menyusul kontroversi yang dipicu oleh pernyataannya yang dinilai menyakiti hati masyarakat.

Dalam sebuah podcast di media nasional, Sara memotivasi anak muda untuk menjadi pengusaha, namun kalimatnya, “Kalau punya kreativitas, jadilah pengusaha. Jadilah entrepreneur daripada ngomel nggak ada kerjaan,” menuai kritik pedas.

Pernyataan ini dianggap tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi yang sulit, di mana banyak orang, terutama anak muda, berjuang mencari pekerjaan. Menyadari dampak dari ucapannya, Sara menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram pribadinya pada 10 September 2025.

“Saya paham kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang saat ini masih berjuang untuk menghidupi keluarganya,” ujarnya dalam video tersebut. Permintaan maaf ini kemudian diikuti dengan pernyataan niatnya untuk mundur dari jabatannya di DPR RI.

Perjalanan Karier Rahayu Saraswati: dari Aktris Film hingga Politisi Vokal

Sebelum terjun ke dunia politik, Rahayu Saraswati memiliki rekam jejak karier yang beragam dan mengesankan. Lahir di Jakarta pada 27 Januari 1986, Sara dikenal sebagai seorang aktris dan produser film. Peran ikoniknya sebagai Mariana dalam film ‘Merah Putih’ (2009) menunjukkan bakat aktingnya yang mumpuni.

Baca Juga :  Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta

Namun, kariernya tak berhenti di dunia hiburan. Sara juga dikenal sebagai seorang aktivis yang vokal dalam isu-isu perdagangan manusia, perlindungan perempuan, dan anak. Ia mendirikan dan memimpin organisasi nirlaba seperti Parfi (Perkumpulan Artis Film Indonesia) dan Yayasan Indonesia Mengajar. Semangatnya untuk memperjuangkan isu kemanusiaan inilah yang menjadi pintu masuknya ke dunia politik.

Pada tahun 2014, Sara membuat langkah besar dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Ia berhasil lolos dan menjadi wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah IV. Di Senayan, ia duduk di Komisi VIII yang fokus pada urusan sosial, perempuan, anak, dan keagamaan—posisi yang sangat selaras dengan latar belakangnya sebagai aktivis.

Selama menjabat, ia dikenal aktif menyuarakan isu-isu krusial, salah satunya adalah mengadvokasi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), yang kini telah disahkan menjadi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Pada Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) 2020, ia maju sebagai calon wakil wali kota, meskipun tidak berhasil memenangkan kontestasi.

Baca Juga :  Skandal Chat Mesum FH UI: 16 Mahasiswa Terseret, Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

Setelah itu, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra periode 2020-2025. Pada Pemilu 2024, Sara kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil DKI Jakarta 3.

Mengapa Mundur? Isyarat Jabatan Baru di Kabinet

Pengunduran diri mendadak Rahayu Saraswati memunculkan spekulasi luas. Banyak pihak menilai bahwa keputusan ini adalah sinyal bahwa ia akan mengisi posisi lain yang lebih strategis. Namanya santer disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Dito Ariotedjo untuk posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Jika spekulasi ini benar, pengunduran diri Sara dari DPR RI adalah langkah awal untuk menempati jabatan eksekutif di kabinet, yang membutuhkan fokus penuh dan tidak boleh dirangkap dengan jabatan legislatif. Keputusan ini, terlepas dari kontroversi yang mendahuluinya, tampaknya merupakan bagian dari manuver politik yang lebih besar.

Bagaimana menurut Anda? Apakah langkah pengunduran diri Rahayu Saraswati ini murni sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, ataukah ini adalah sinyal awal dari sebuah penugasan baru yang lebih besar? (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang
21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial
Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX
Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO
Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 16:39 WIB

Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta

Senin, 20 April 2026 - 15:44 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Senin, 20 April 2026 - 06:31 WIB

Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

Minggu, 19 April 2026 - 20:57 WIB

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Berita Terbaru