1TULAH.COM-Nilai tukar Rupiah kembali menjadi sorotan setelah ditutup melemah di level Rp 16.420 per dolar AS pada pasar spot. Pelemahan tipis 0,03% ini terjadi di tengah gejolak pasar global dan membuat Rupiah mencatat kenaikan mingguan yang sangat tipis, hanya 0,01% secara point-to-point.
Menanggapi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Intervensi BI untuk Perkuat Rupiah
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, menjelaskan bahwa berbagai langkah stabilisasi telah dan terus dilakukan. Kebijakan ini mencakup intervensi di pasar valuta asing baik di dalam maupun luar negeri.
“BI terus intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) serta pembelian SBN (Surat Berharga Negara) di pasar sekunder,” ujar Ramdan Denny.
Langkah ini diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF (Non-Deliverable Forward), sebuah instrumen yang digunakan untuk mengelola risiko nilai tukar di pasar internasional.
Kebijakan Moneter yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain intervensi langsung, BI juga mengambil langkah lain untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ramdan Denny menyebutkan bahwa bank sentral telah melakukan ekspansi likuiditas melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI (Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia).
“Posisi SRBI turun dari Rp 923 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp 715 triliun pada akhir Agustus 2025,” ungkapnya.
Langkah ini menunjukkan upaya BI untuk menambah ketersediaan dana di pasar perbankan, yang diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit dan kegiatan ekonomi.
Komitmen BI pada Stabilitas Inflasi dan Nilai Tukar
Selain itu, BI juga melakukan pembelian SBN yang hingga akhir Agustus 2025 telah mencapai Rp 200 triliun. Angka ini mencakup pembelian di pasar sekunder dan program debt switching dengan pemerintah sebesar Rp 150 triliun.
Semua langkah ini diambil dengan tetap memperhatikan stabilitas inflasi. Inflasi saat ini terkendali sesuai target 2,5% +/- 1%. Nilai tukar yang diperkirakan tetap stabil dan sesuai fundamental juga mendukung pencapaian target inflasi.
“Kebijakan moneter diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian,” tandas Ramdan Denny, menegaskan bahwa BI akan terus mengupayakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi. (Sumber:Suara.com)

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)



















