Rupiah Melemah di Rp 16.420, Bank Indonesia Tegaskan Intervensi Jaga Stabilitas!

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rupiah. (Pixabay)

Ilustrasi rupiah. (Pixabay)

1TULAH.COM-Nilai tukar Rupiah kembali menjadi sorotan setelah ditutup melemah di level Rp 16.420 per dolar AS pada pasar spot. Pelemahan tipis 0,03% ini terjadi di tengah gejolak pasar global dan membuat Rupiah mencatat kenaikan mingguan yang sangat tipis, hanya 0,01% secara point-to-point.

Menanggapi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Intervensi BI untuk Perkuat Rupiah

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, menjelaskan bahwa berbagai langkah stabilisasi telah dan terus dilakukan. Kebijakan ini mencakup intervensi di pasar valuta asing baik di dalam maupun luar negeri.

“BI terus intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) serta pembelian SBN (Surat Berharga Negara) di pasar sekunder,” ujar Ramdan Denny.

Baca Juga :  DPRD dan Pemprov Kalteng Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dalam Rapat Paripurna ke-6

Langkah ini diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF (Non-Deliverable Forward), sebuah instrumen yang digunakan untuk mengelola risiko nilai tukar di pasar internasional.

Kebijakan Moneter yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Selain intervensi langsung, BI juga mengambil langkah lain untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ramdan Denny menyebutkan bahwa bank sentral telah melakukan ekspansi likuiditas melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI (Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia).

“Posisi SRBI turun dari Rp 923 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp 715 triliun pada akhir Agustus 2025,” ungkapnya.

Langkah ini menunjukkan upaya BI untuk menambah ketersediaan dana di pasar perbankan, yang diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit dan kegiatan ekonomi.

Baca Juga :  Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tegaskan MPLS 2026/2027 Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Komitmen BI pada Stabilitas Inflasi dan Nilai Tukar

Selain itu, BI juga melakukan pembelian SBN yang hingga akhir Agustus 2025 telah mencapai Rp 200 triliun. Angka ini mencakup pembelian di pasar sekunder dan program debt switching dengan pemerintah sebesar Rp 150 triliun.

Semua langkah ini diambil dengan tetap memperhatikan stabilitas inflasi. Inflasi saat ini terkendali sesuai target 2,5% +/- 1%. Nilai tukar yang diperkirakan tetap stabil dan sesuai fundamental juga mendukung pencapaian target inflasi.

“Kebijakan moneter diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian,” tandas Ramdan Denny, menegaskan bahwa BI akan terus mengupayakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak
Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:37 WIB

Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:16 WIB

Datangi Kejagung Hari Ini, Hotman Paris Seret Nama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Berita Terbaru