Respons Tegas NasDem! Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan, Terbukti Cederai Perasaan Rakyat

- Jurnalis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Sahroni Dinonaktifkan dari NasDem. (Instagram/ahmadsahroni88)

Ahmad Sahroni Dinonaktifkan dari NasDem. (Instagram/ahmadsahroni88)

1TULAH.COM-Ahmad Sahroni, politisi Partai NasDem yang dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok,” kini memasuki babak baru dalam drama politik yang menyelimutinya. Setelah permintaan maaf kontroversialnya, ia kini resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota DPR RI oleh partainya sendiri.

Keputusan ini dinilai sebagai respons tegas Partai NasDem untuk meredam kegaduhan publik dan menjaga citra partai.

Keputusan Tegas Partai NasDem

Melalui unggahan di akun media sosial X, @SahroniNasdem, pada Minggu (31/8/2025), Ahmad Sahroni menunjukkan sikap legawa atas keputusan partai. Ia membagikan foto siaran pers resmi dari DPP Partai NasDem yang berisi surat penonaktifan dirinya dan rekan separtainya, Nafa Urbach.

Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi F. Taslim, dengan keputusan yang efektif berlaku mulai 1 September 2025.

Menyertai gambar surat, Sahroni menuliskan kalimat singkat yang penuh makna: “Saya patuhi keputusan ini,” lengkap dengan emoji tangan menempel, menyiratkan penerimaan dan kepatuhan.

Baca Juga :  Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim

Penyebab Penonaktifan: Menyimpang dari Aspirasi Rakyat

Dalam siaran pers, DPP Partai NasDem menjelaskan bahwa langkah tegas ini diambil karena pernyataan dari Sahroni dan Nafa Urbach dianggap menyinggung dan mencederai perasaan rakyat. Pernyataan tersebut dinilai sebagai penyimpangan dari perjuangan partai yang semestinya selalu berpedoman pada aspirasi masyarakat.

“Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat ternyata ada pernyataan dari pada wakil rakyat khususnya Anggota DPR- RI dari Fraksi Partai NasDem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” demikian bunyi salah satu poin dalam surat tersebut.

Keputusan ini menunjukkan bahwa Partai NasDem berusaha keras untuk menjaga marwah partai di tengah sorotan tajam publik, terutama pasca-insiden penjarahan rumah Sahroni yang viral.

Rangkaian Peristiwa Kontroversial

Penonaktifan ini menjadi puncak dari serangkaian kejadian yang membuat nama Ahmad Sahroni terus menjadi perbincangan. Sebelumnya, ia sempat membuat pernyataan kontroversial yang berujung pada kritik luas dari masyarakat.

Baca Juga :  Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Insiden penjarahan di rumahnya lantas menjadi sorotan nasional, memaksa Sahroni untuk menyampaikan permintaan maaf publik. Namun, permintaan maaf tersebut diiringi dengan pernyataan yang kembali menuai polemik: ia menolak pulang ke Indonesia dengan alasan demi menjaga keamanan diri dan keluarganya.

“Untuk permintaan agar saya kembali ke tanah air, mohon maaf belum bisa saya penuhi. Karena saya harus menjaga keamanan diri dan keluarga saya,” ungkapnya dalam cuitan sebelumnya.

Rentetan peristiwa ini—dari pernyataan yang memicu kemarahan publik, penjarahan rumah, permintaan maaf yang diiringi penolakan pulang, hingga penonaktifan oleh partai—menempatkan Ahmad Sahroni dalam posisi yang sangat sulit.

Keputusan Partai NasDem untuk menonaktifkan kadernya yang populer ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meredam kemarahan publik dan menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kader yang dianggap menyimpang dari garis perjuangan partai. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 
Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang
21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial
Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX
Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO
Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:48 WIB

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Senin, 20 April 2026 - 16:39 WIB

Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta

Senin, 20 April 2026 - 15:44 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Senin, 20 April 2026 - 11:18 WIB

21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Senin, 20 April 2026 - 06:31 WIB

Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

Minggu, 19 April 2026 - 20:57 WIB

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Berita Terbaru

Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula A Kantor Bupati Mura, Senin (20/4/2026).

Berita

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Senin, 20 Apr 2026 - 20:48 WIB