Imbas Aksi Joget Viral! Uya Kuya dan Eko Patrio Resmi Dinonaktifkan dari DPR RI

- Jurnalis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Eko Patrio dan Uya Kuya resmi mundur dari DPR RI. [Suara.com]

Dua anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Eko Patrio dan Uya Kuya resmi mundur dari DPR RI. [Suara.com]

1TULAH.COM-Situasi politik di ibu kota mencapai titik didih. Dua politisi dan figur publik, Eko Patrio dan Uya Kuya, dikabarkan resmi mengundurkan diri dari jabatan mereka sebagai anggota DPR RI, efektif per 1 September 2025.

Keputusan mengejutkan ini diumumkan menyusul gelombang protes dan kerusuhan masif yang dipicu oleh pernyataan dan aksi kontroversial keduanya.

PAN Ambil Langkah Tegas di Tengah Gejolak

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, mengonfirmasi keputusan partai untuk menonaktifkan kedua artis tersebut dari keanggotaan fraksi di DPR. Dalam siaran pers tertulis, ia menyatakan, “Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025.”

Langkah ini diambil setelah gelombang kemarahan publik memuncak hingga terjadi penyerbuan dan penjarahan di kediaman Eko Patrio dan Uya Kuya pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Informasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN menyebutkan, pengunduran diri ini merupakan upaya proaktif untuk meredam situasi panas dan menciptakan kondisi yang lebih kondusif.

Baca Juga :  Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim

Permintaan Maaf Eko Patrio dan Aksi Kontroversial Uya Kuya

Sebelum keputusan pengunduran diri ini diumumkan, Eko Patrio telah terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video di akun Instagram pribadinya. Didampingi oleh rekan sefraksinya, Pasha Ungu, Eko menyatakan penyesalan mendalam atas keresahan yang timbul dari perbuatannya, meski tidak menjelaskan perbuatan spesifik yang dimaksud.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya, Eko Patrio, menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan,” ujarnya dalam video tersebut.

Sementara itu, Uya Kuya menjadi sorotan setelah video dirinya berjoget di dalam Gedung DPR menjadi viral. Aksi ini dilakukan tepat setelah pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan bagi anggota dewan, yang ironisnya terjadi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit. Aksi Uya dinilai publik sebagai bentuk arogansi dan minim empati, yang sontak memicu amarah dan kekecewaan.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini 16 April 2026: Antam Tembus Rekor Rp3 Juta per Gram!

Pilihan Sulit yang Dinilai Tepat

Pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio, sebelumnya telah menyarankan agar politisi yang memicu keresahan mempertimbangkan untuk mundur. Menurutnya, langkah ini bukan hanya strategis untuk meredam gejolak, tetapi juga menjadi ujian integritas dan nasionalisme.

“Pilihannya tinggal mundur mendengarkan rakyat, atau bertahan sampai situasinya makin panas dan parah,” kata Hendri.

Keputusan Eko Patrio dan Uya Kuya untuk menanggalkan kursi mereka di Senayan kini menjadi babak baru dalam dinamika politik nasional. Sebuah langkah ekstrem yang diambil di bawah tekanan luar biasa dari rakyat yang mereka wakili, menandai puncak dari kegagalan komunikasi publik para pejabat dan tuntutan publik akan akuntabilitas yang lebih tinggi.

Pengunduran diri ini seolah menjadi pesan jelas: di era digital, setiap tindakan dan pernyataan pejabat publik akan selalu diawasi ketat, dan masyarakat tidak akan segan menuntut pertanggungjawaban. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 
Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang
21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial
Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX
Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO
Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:48 WIB

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Senin, 20 April 2026 - 16:39 WIB

Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta

Senin, 20 April 2026 - 15:44 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Senin, 20 April 2026 - 11:18 WIB

21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Senin, 20 April 2026 - 06:31 WIB

Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

Minggu, 19 April 2026 - 20:57 WIB

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Berita Terbaru

Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula A Kantor Bupati Mura, Senin (20/4/2026).

Berita

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Senin, 20 Apr 2026 - 20:48 WIB