BMKG Ingatkan Bahaya Api Kecil Saat Cuaca Panas Ekstrem di Aceh

- Jurnalis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cerah dan Berawan

Cerah dan Berawan

1TULAH.COM – Musim kemarau yang masih berlangsung membuat Aceh kembali berada dalam kondisi rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa wilayah pantai barat Aceh, termasuk Aceh Barat yang baru saja mengalami kebakaran pada pekan lalu, masih memiliki potensi tinggi untuk menghadapi kejadian serupa.

Prakirawati Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Almira Aprilianti, menjelaskan bahwa pada bulan Agustus ini ancaman kebakaran hutan dan lahan tetap berada pada tingkat yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Cuaca di Aceh menunjukkan kondisi langit cerah hampir tanpa awan, angin yang berembus lemah, serta teriknya sinar matahari yang membuat suhu daratan semakin meningkat.

Situasi tersebut menjadikan api sekecil apa pun, baik yang berasal dari puntung rokok, pembakaran sampah, maupun praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, berpotensi membesar dan menjalar hingga menimbulkan kebakaran besar yang merusak ekosistem dan lingkungan.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat di Aceh Barat, Nagan Raya, serta daerah sekitarnya agar tidak lagi menggunakan metode pembakaran dalam membersihkan lahan atau kebun.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Pemerintah Kaji Kelanjutan Subsidi Mobil dan Motor Listrik untuk 2026

Hanya dengan satu percikan api saja, hutan dapat musnah, pemukiman bisa ikut terbakar, dan udara akan dipenuhi asap pekat yang berbahaya bagi kesehatan.

Berdasarkan citra satelit, musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung di wilayah pantai barat-selatan Aceh sepanjang Agustus 2025, tanpa adanya hujan deras yang mampu menurunkan suhu panas dan mengurangi ancaman kebakaran.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Berita Terbaru