5 Ciri Asam Urat yang Terlihat di Kaki, Salah Satunya Kulit Memerah

- Jurnalis

Minggu, 3 Agustus 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Asam Urat. (Unsplash @imani_bht/suara.com)

Ilustrasi Asam Urat. (Unsplash @imani_bht/suara.com)

1TULAH.COM – Gout atau radang sendi akibat penumpukan asam urat merupakan kondisi yang dapat menimpa siapa saja.

Penyakit ini disebabkan oleh akumulasi kristal asam urat di dalam tubuh, terutama pada sendi, dan kerap menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa, terutama di bagian kaki.

Meski dapat menyerang berbagai sendi, lokasi yang paling sering terkena adalah jempol kaki, jari-jari kaki lainnya, pergelangan kaki, lutut, hingga jari tangan.

Salah satu gejala awal yang umum terjadi adalah timbulnya nyeri tajam secara tiba-tiba pada kaki, yang bisa sangat mengganggu aktivitas harian dan kualitas tidur.

Umumnya, nyeri ini paling intens dirasakan di sendi jempol kaki, tetapi tidak menutup kemungkinan menjalar ke area kaki lainnya.

Sendi yang meradang juga biasanya tampak kemerahan, membengkak, dan terasa panas saat disentuh, karena sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap kristal asam urat seperti halnya terhadap cedera.

Selain nyeri, penderita juga dapat merasakan kekakuan pada sendi yang membuat pergerakan terbatas dan menimbulkan ketidaknyamanan saat berjalan atau mengenakan alas kaki.

Bahkan, sentuhan ringan seperti dari kaos kaki bisa memicu rasa nyeri. Gout sering muncul dalam bentuk serangan nyeri yang berulang, di mana pembengkakan dan nyeri datang tiba-tiba, mereda dalam beberapa hari atau minggu, lalu muncul kembali di waktu lain.

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa pengobatan dalam jangka panjang, dapat terbentuk benjolan keras di bawah kulit yang disebut tophi, yaitu kumpulan kristal asam urat yang biasanya muncul di sekitar jari atau telapak kaki.

Meskipun tidak selalu menimbulkan rasa sakit, tophi dapat menyebabkan kerusakan pada kulit maupun sendi di sekitarnya jika tidak segera ditangani.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Berita Terbaru