Kejagung Dalami Keterkaitan Investasi Google ke Gojek dalam Kasus Chromebook

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Ilustrasi korupsi

Ilustrasi korupsi

 

1TULAH.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mendalami dugaan keterkaitan antara investasi Google ke Gojek dengan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada periode 2019–2022.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, yang menjelaskan bahwa penyidik masih menelusuri apakah benar ada investasi tersebut dan jika ada, apakah itu turut mempengaruhi proses pengadaan perangkat berbasis ChromeOS oleh pemerintah.

Dalam proses penyidikan, Kejagung telah memeriksa sejumlah tokoh penting yang berkaitan dengan Gojek maupun GoTo.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Beberapa di antaranya adalah pendiri Gojek yang juga mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, serta Andre Soelistyo dan Melissa Siska Juminto dari PT Gojek Indonesia.

Tak hanya itu, kantor pusat GoTo juga telah digeledah, dan sejumlah dokumen serta barang elektronik diamankan sebagai barang bukti.

Kejagung juga meminta keterangan dari perwakilan Google Indonesia, yaitu GSM selaku Strategic Partner Manager ChromeOS.

Penyidikan ini berfokus pada dugaan adanya pengaruh atau rekayasa dalam penentuan spesifikasi teknis pengadaan laptop.

Baca Juga :  Kalteng Terancam Kesulitan Dana Pembangunan, DPRD Minta Pusat Segera Lunasi Transfer Rp1 Triliun Sebelum 2027

Harli menyebut bahwa tim teknis awalnya telah merekomendasikan penggunaan sistem operasi Windows berdasarkan hasil uji coba terhadap 1.000 unit Chromebook pada 2019 yang dinilai tidak efektif.

Namun, rekomendasi tersebut digantikan dengan kajian baru yang justru mengarahkan penggunaan sistem ChromeOS.

Proyek pengadaan ini menelan anggaran hampir Rp10 triliun, dengan rincian Rp3,582 triliun dari dana satuan pendidikan (DSP) dan Rp6,399 triliun dari dana alokasi khusus (DAK).

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun
Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta
Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap
Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik
Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru
Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla
KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Rabu, 2 September 2026 - 17:02 WIB

Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Rabu, 2 September 2026 - 13:31 WIB

Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik

Rabu, 2 September 2026 - 12:43 WIB

Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

Rabu, 2 September 2026 - 12:12 WIB

Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 12:04 WIB

KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

Berita Terbaru