Gelombang Baru Konflik: Militer Iran Serang Haifa, Israel, Balas Dendam Atas Agresi Zionis

- Jurnalis

Minggu, 15 Juni 2025 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potongan gambar video detik-detik Iran melancarkan serangan ke Kota Haifa yang diduduki Israel. (bidik layar video)

Potongan gambar video detik-detik Iran melancarkan serangan ke Kota Haifa yang diduduki Israel. (bidik layar video)

1TULAH.COM-Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Pada Sabtu malam, 14 Juni 2025, militer Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel, menjadikan Kota Haifa, kota pelabuhan strategis yang diduduki Zionis di Israel bagian utara, sebagai target utama. Insiden ini menandai babak baru dalam eskalasi konflik yang sedang berlangsung.

Detik-detik Serangan Rudal Guncang Haifa

Menurut laporan media Iran, Albawaba, sirene meraung-raung di Haifa, bersahutan dalam radius kilometer saat sejumlah kilatan cahaya terang membelah langit malam. Pemandangan mengerikan ini disaksikan langsung oleh penduduk setempat pada Sabtu (14/6/2025) waktu setempat.

Media-media Israel turut mengonfirmasi serangan tersebut, melaporkan suara ledakan keras di wilayah utara. Aparat setempat segera menginstruksikan warga untuk berlindung di tempat-tempat perlindungan guna menghindari dampak lebih lanjut.

Laporan awal juga menyebutkan terjadinya kebakaran besar di beberapa titik vital di Haifa akibat ledakan. Telegram Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara spesifik menyatakan bahwa sebuah kebakaran besar berkobar di salah satu tempat penyulingan minyak di Haifa, diakibatkan oleh serangan rudal balistik Iran.

Operasi “Janji Setia III”: Respon Tegas Iran

Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim bahwa mereka melancarkan gelombang serangan baru terhadap rezim Israel melalui kombinasi rudal balistik dan drone. “Gelombang baru serangan dari operasi Janji Setia III menggunakan kombinasi drone dan rudal diluncurkan oleh Angkatan Udara IRGC sebagai respons atas serangan terbaru rezim Zionis,” ujar juru bicara IRGC.

Dampak serangan ini cukup signifikan. Times of Israel melaporkan bahwa rudal balistik Iran menghantam sebuah bangunan dua lantai di timur Haifa, mengakibatkan satu orang tewas dan 13 lainnya luka-luka. Sementara itu, laporan lain dari Israel Hayom menyebutkan korban tewas sedikitnya enam orang, dengan lebih dari 400 warga Israel terluka.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Video yang diunggah oleh akun Iran Military di X (sebelumnya Twitter) menunjukkan dahsyatnya serangan rudal hipersonik Iran. Rekaman CCTV sebuah gedung memperlihatkan dentuman yang amat keras saat rudal menghantam sasarannya, dengan kilatan api besar yang menerangi malam yang gelap.

Ultimatum Presiden Iran: Tanggapan Lebih Keras Menanti

Di tengah situasi panas ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (14/6/2025) memberikan peringatan keras kepada Israel. Melansir Antara dari kantor berita IRNA, Pezeshkian menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan memberikan tanggapan yang lebih keras jika Israel terus melanjutkan serangannya terhadap Republik Islam.

Dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Pezeshkian mengutuk agresi rezim Israel yang didukung AS dan sekutunya. Ia bersumpah akan memberikan tanggapan militer yang lebih kuat jika agresi terus berlanjut.

Pezeshkian juga menyampaikan apresiasi atas posisi pemerintah Pakistan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tadi malam, menyatakan bahwa rezim Zionis, dengan dukungan AS dan negara-negara Barat, telah melanggar semua hukum internasional.

“Negara-negara tertentu yang mengeklaim membela hak asasi manusia tidak hanya mendukung agresi rezim Zionis tetapi juga mendorongnya untuk melakukan tindakan tidak manusiawi ini dengan menyediakan senjata dan peralatan,” kritik Pezeshkian. “Bahkan perang memiliki aturannya sendiri, tetapi rezim Zionis, yang didukung oleh negara-negara Barat, telah mengabaikan aturan-aturan ini.”

Baca Juga :  Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Presiden Iran itu menambahkan, “Namun, Republik Islam mampu menjatuhkan beberapa peralatan rezim Zionis — yang diklaim siluman dan kebal — dengan kekuatan. Jika Zionis bermaksud mengulangi agresi mereka, mereka akan menghadapi respons yang lebih keras dan lebih kuat dari angkatan bersenjata Iran.”

Pezeshkian juga menekankan bahwa serangan ini menunjukkan mengapa Iran harus memperkuat kemampuan pertahanan negaranya. “Republik Islam Iran selalu berusaha untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia, tetapi insiden-insiden seperti itu membuktikan bahwa tanpa kemampuan pertahanan yang kuat, kami dapat menjadi sasaran serangan rezim kriminal dan pembunuh,” katanya.

Ia juga menyoroti koordinasi antara rezim Israel dan AS dalam menyerang wilayah Iran selama negosiasi yang sedang berlangsung sebagai bukti ketidakjujuran dan ketidakpercayaan AS.

Pakistan Mengutuk Agresi Israel

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa pemerintah dan rakyat Pakistan berdiri di samping Republik Islam Iran. Ia mendeskripsikan agresi rezim Israel terhadap Iran sebagai pelanggaran terhadap semua hukum internasional, mengutuk serangan itu, dan menyampaikan belasungkawa atas tewasnya beberapa warga negara, pejabat, dan ilmuwan Iran.

Sharif menyatakan harapannya untuk terciptanya perdamaian dan ketenangan, seraya menambahkan bahwa sayangnya, rezim Israel, dengan impunitas, melakukan semua tindakan tersebut dengan melanggar piagam dan peraturan internasional.

Konflik antara Iran dan Israel terus menjadi sorotan global, dengan implikasi yang luas bagi stabilitas kawasan dan dunia. Perkembangan selanjutnya dari situasi ini akan terus dipantau dengan ketat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK
Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia
Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan
HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran
KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Berita Terbaru