Bansos Kemensos Segera Cair Mei 2025, Cek Daftar Penerima PKH dan BPNT di Sini

- Jurnalis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bansos (dok. istimewa)

Ilustrasi Bansos (dok. istimewa)

1TULAH.COM-Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)! Bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) dikabarkan akan segera cair dalam waktu dekat. Masyarakat pun antusias menantikan pencairan berbagai program bansos yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi.

Berdasarkan informasi yang beredar, beberapa daftar bansos Kemensos diperkirakan akan cair pada bulan Mei 2025. Berikut adalah rincian bansos Kemensos yang kemungkinan akan dicairkan:

  1. Program Keluarga Harapan (PKH)

Bantuan PKH tahap kedua untuk periode April hingga Juni 2025 diprediksi akan segera disalurkan. Meskipun tanggal pastinya belum diumumkan secara resmi oleh Kemensos, KPM diharapkan untuk bersiap.

Bagi Anda yang ingin memastikan apakah terdaftar sebagai penerima PKH, dapat melakukan pengecekan secara online melalui website resmi Kementerian Sosial. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Akses website resmi Kemensos di [Masukkan Alamat Website Kemensos di Sini].
  2. Pilih menu Cek Bansos.
  3. Pilih Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan sesuai dengan data KTP Anda.
  4. Lengkapi nama Penerima Manfaat (PM) sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  5. Masukkan 4 huruf kode captcha yang tertera pada kolom yang tersedia.
  6. Klik tombol ‘Cari Data’ untuk melihat hasilnya.

Jika data Anda ditemukan dalam sistem tersebut, maka Anda berpotensi besar untuk menerima bantuan PKH. Besaran bantuan PKH yang akan diterima KPM bervariasi tergantung kategorinya:

  • Ibu hamil/nifas: Rp750.000 per tahap (Rp3 juta per tahun)
  • Anak usia dini/balita: Rp750.000 per tahap (Rp3 juta per tahun)
  • Penyandang disabilitas: Rp600.000 per tahap (Rp2,4 juta per tahun)
  • Lansia: Rp600.000 per tahap (Rp2,4 juta per tahun)
  • Anak sekolah SMA: Rp500.000 per tahap (Rp2 juta per tahun)
  • Anak sekolah SMP: Rp375.000 per tahap (Rp1,5 juta per tahun)
  • Anak sekolah SD: Rp225.000 per tahap (Rp900.000 per tahun)
  1. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
Baca Juga :  Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Selain PKH, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) juga diperkirakan akan cair dalam waktu yang berdekatan. Proses pengecekan penerima BPNT pun dapat dilakukan melalui situs resmi Kementerian Sosial dengan langkah-langkah yang serupa dengan pengecekan PKH.

Untuk termin ketiga, pencairan BPNT biasanya dilakukan pada bulan Mei. Meskipun bernama bantuan pangan non-tunai, penerima manfaat akan menerima uang tunai sebesar Rp200.000.

Perlu Diketahui: Program Indonesia Pintar (PIP)

Penting untuk dicatat bahwa Program Indonesia Pintar (PIP), yang juga merupakan bantuan sosial berupa uang tunai untuk mendukung pendidikan siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin, berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bukan Kemensos.

Besaran bantuan PIP bervariasi mulai dari Rp450.000 hingga Rp1,8 juta per tahun, tergantung jenjang pendidikan siswa (SD hingga SMA/SMK). Informasi lebih lanjut mengenai PIP dapat diakses melalui website resmi Kemendikbud.

Baca Juga :  Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Tantangan dalam Penyaluran Bansos yang Perlu Diatasi

Meskipun bantuan sosial ini sangat dibutuhkan masyarakat, Ombudsman Republik Indonesia (RI) sebelumnya telah menyoroti beberapa tantangan dalam proses penyalurannya. Berdasarkan data tahun 2021, beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain:

  • Ketidakmerataan mitra penyalur: Keterbatasan jumlah mitra penyalur di wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T) menghambat distribusi bantuan.
  • Alur pendaftaran yang rumit dan berlarut-larut: Proses pendaftaran calon penerima bansos dinilai kurang efisien karena keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia.
  • Minimnya informasi: Masyarakat masih banyak yang tidak mengetahui jenis dan mekanisme bantuan sosial yang dapat mereka akses.
  • Pengelolaan pengaduan yang belum optimal: Unit pengelolaan pengaduan di tingkat Kemensos maupun Dinas Sosial daerah seringkali tidak dipublikasikan atau tidak berfungsi maksimal.
  • Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang belum sepenuhnya valid: Ditemukan data penerima yang sudah meninggal atau bahkan penerima yang seharusnya tidak berhak (PNS, Kepala Desa, Direktur).

Diharapkan pemerintah terus berupaya untuk mengatasi berbagai tantangan ini agar penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran, efisien, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pantau terus informasi resmi dari Kementerian Sosial untuk mengetahui tanggal pasti pencairan bansos PKH dan BPNT bulan Mei 2025. Semoga bantuan ini dapat memberikan keringanan bagi para penerima manfaat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR
Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 20:57 WIB

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Berita Terbaru

Ilustrasi Uang. Sumber foto : suara.com

Nasional

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:57 WIB

Ilustrasi Polisi. Sumber foto : suara.com

Berita

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:49 WIB