Muhammadiyah Dukung Evakuasi Warga Palestina: Syaratnya Bukan Permanen dan Tolak Konsep Ala Trump

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. [Kontributor/Putu]

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. [Kontributor/Putu]

1TULAH.COM-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi 1.000 warga Palestina dari Gaza. Namun, organisasi Islam terbesar di Indonesia ini memberikan catatan penting, yakni evakuasi tersebut bersifat sementara dan tidak mengadopsi konsep yang pernah ditawarkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan pandangan ini di Kantor PP Muhammadiyah Kota Yogyakarta pada Selasa (22/4/2025). “Ya (Muhammadiyah) sejalan, yang penting tidak ada kontroversi. Yang kedua, tidak bersifat permanen, dan tidak dalam konsep yang sama seperti ditawarkan oleh (Presiden AS) Trump,” tegas Haedar, seperti dilansir Antara.

Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah memahami rencana evakuasi ini sebagai langkah sementara untuk memberikan pelayanan kesehatan dan keamanan bagi warga Palestina. Bahkan, ia menyebutkan adanya potensi untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak Palestina selama berada di Indonesia, dengan harapan mereka dapat kembali ke tanah airnya setelah situasi memungkinkan.

Meski mendukung langkah cepat (fast program) seperti evakuasi, Muhammadiyah tetap menekankan pentingnya pendekatan diplomatik dan politik jangka panjang dalam membela Palestina. Haedar mengingatkan bahwa sikap tegas Indonesia terhadap isu Palestina selama ini, sebagaimana tercermin dalam pidato mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, harus tetap menjadi landasan utama kebijakan luar negeri.

Baca Juga :  Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG

“Selama ini kan Indonesia itu sangat tegas terhadap (masalah) Palestina. Bahkan pidato Menteri Luar Negeri RI yang lalu, Bu Retno Marsudi begitu tegas, yang itu mewakili pemerintah Indonesia, biarpun sekarang berganti (menlu), sikap politik itu tetap harus dipegang menjadi patokan utama,” ujarnya.

Haedar menyoroti rekam jejak Muhammadiyah dalam memberikan bantuan kepada rakyat Palestina, termasuk pengiriman dokter ke Gaza, penyediaan pendidikan bagi mahasiswa Palestina di Indonesia, dan pembangunan madrasah bagi anak-anak pengungsi di Beirut. Ia menilai bahwa langkah-langkah pragmatis untuk mengatasi masalah mendesak juga diperlukan.

Dalam konteks perbedaan pandangan di antara kelompok pendukung kemerdekaan Palestina, Haedar menekankan pentingnya menjaga kesatuan sikap melalui dialog. “Kita jangan saling kontradiksi yang akhirnya kita tidak bisa memobilisasi energi positif kita untuk Palestina. Saya yakin inilah tradisi dalam kehidupan kebangsaan kita,” tuturnya.

Baca Juga :  Legislator Kalteng Ingatkan Program Koperasi Merah Putih Jangan Korbankan Pembangunan Fisik Desa

Muhammadiyah menyatakan kesiapannya untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Namun, Haedar berharap agar setiap upaya yang dilakukan benar-benar didasari oleh prinsip kemanusiaan dan sejalan dengan semangat politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

“Langkah-langkah politik tentu juga harus menjadi perhatian pemerintah dengan semangat politik bebas aktif dan proaktif untuk mencari solusi,” katanya.

Dukungan Muhammadiyah ini muncul setelah lawatan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania, untuk mencari dukungan terkait rencana evakuasi 1.000 warga Palestina ke Indonesia.

Presiden Prabowo sendiri telah menegaskan bahwa rencana evakuasi ini akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari semua pihak terkait dan dengan catatan bahwa warga Palestina yang dievakuasi akan kembali ke Gaza setelah kondisi memungkinkan. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni
Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:40 WIB

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:36 WIB

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:17 WIB

Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Berita Terbaru

Opini

Kerugian Masyarakat dan Kompensasi Atas Pemadaman Listrik

Minggu, 5 Jul 2026 - 08:11 WIB