Presiden Perintahkan AHY Bentuk Satgas Percepatan Pengelolaan Sampah Nasional

- Jurnalis

Kamis, 13 Maret 2025 - 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo melakukan rapat terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu sore. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Cahyo)

Presiden Prabowo melakukan rapat terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu sore. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Cahyo)

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono membentuk satuan tugas (satgas) percepatan terkait infrastruktur dan segala elemen pengolahan dan penangan sampah aecara nasional.

Permintaan pembentukan satgas diminta Prabowo dalam rapat terbatas bersama AHY di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu sore.

“Inilah mengapa Pak Presiden tadi memerintahkan saya untuk menyusun satuan tugas, satuan tugas percepatan terkait dengan infrastruktur dan segala elemen pengolahan dan penanganan sampah secara nasional,” kata AHY di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/3/2025)

AHY menyampaikan bahwa pemerintah ingin menghadirkan gerakan nasional Indonesia bersih dari sampah.

Menurutnya pengolahan sampah bukan hanya infrastruktur dan teknologi tetapi bagaimana kesadaran masyarakat bisa terus dibangun bersama-sama.

Sementara itu ditanya apakah satgas akan mengonversi semua tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), AHY hanya menegaskan satgas akan melakukan evaluasi terhadap yang sudah berjalan saat ini.

“Tentu satgas ini akan melakukan evaluasi terhadap apa yang telah berjalan selama ini. Ada Perpres Nomor 35 Tahun 2018, artinya sudah berjalan sekitar 7 tahun, ditetapkan ada 12 kota di Indonesia yang harus fokus pada pengolahan sampah, bahkan diharapkan bisa mengonversi sampah menjadi energi,” kata AHY.

Baca Juga :  Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sedangkan terkait anggaran untuk satgas, AHY menegaskan hal tersebut akan dibahas lebih lanjut. Termasuk mengenai kapan sargas dimulai.

“Ya, anggaran harus kita hitung dengan baik, ini adalah pertemuan awal dalam arti tentu akan diikuti dengan penelahan lebih lanjut,” kata AHY.

Prabowo Mengundang Pandawara Group untuk Bincang Lingkungan di Istana

Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang Pandawara Group untuk hadi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 11 Maret 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo secara khusus meminta para anggota Pandawara untuk tetap menjaga komitmen mereka dalam menjalankan misi peduli terhadap lingkungan.

Ia juga menekankan agar mereka tidak pernah lelah menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa depan.

Undangan untuk hadir ke Istana ini disampaikan langsung oleh Prabowo sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka.

Gilang, yang mewakili lima anggota Pandawara Group dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan banyak masukan dan pandangan berharga dengan membersihkan sampah.

Baca Juga :  Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Salah satu yang dibahas adalah kondisi Sungai Ciliwung. Prabowo menceritakan pengalamannya di masa muda saat masih aktif sebagai tentara, ketika ia sering berlatih di sungai tersebut yang pada waktu itu masih bersih dan jernih.

Namun, ia membandingkannya dengan kondisi saat ini, di mana Sungai Ciliwung telah berubah menjadi hitam akibat polusi dari sampah, limbah industri, serta aktivitas komersial.

Cerita ini menjadi gambaran perubahan lingkungan yang signifikan dari masa ke masa.

Di sisi lain, Pandawara juga berkesempatan berbagi pengalaman mereka selama menjalankan aksi pembersihan lingkungan. Gilang menyebut bahwa Prabowo mengapresiasi setiap langkah kecil yang telah mereka lakukan.

Dukungan ini, menurut Gilang, menjadi motivasi tambahan bagi Pandawara untuk terus mengabdi kepada negara, khususnya dalam mengatasi masalah persampahan di Indonesia.

Meski begitu, ketika ditanya mengenai kemungkinan bantuan pendanaan dari pemerintah, Gilang menegaskan bahwa pembicaraan tidak mengarah ke topik tersebut dan tetap fokus pada isu lingkungan. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR
Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 13:23 WIB

Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Berita Terbaru