Ingin Terima Laporan Masyarakat, Dirut Pertamina Bagikan Nomor Pribadi

- Jurnalis

Senin, 3 Maret 2025 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi SPBU Pertamina (suara.com)

Ilustrasi SPBU Pertamina (suara.com)

 

1TULAH.COM – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengumumkan bahwa ia membagikan nomor telepon pribadinya khusus untuk menerima laporan masyarakat terkait dugaan kejanggalan kualitas bahan bakar minyak (BBM) atau penyimpangan praktik di lapangan.

Simon menyampaikan bahwa selain call center resmi Pertamina di 135, masyarakat kini dapat mengirimkan laporan melalui nomor 081417081945.

Saat ini, nomor tersebut hanya bisa menerima SMS, tetapi dalam waktu dekat akan didaftarkan untuk digunakan di aplikasi WhatsApp.

Dalam kesempatan tersebut, Simon juga menyoroti kesiapan Pertamina dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan energi selama bulan Ramadhan, terutama saat arus mudik Lebaran.

Baca Juga :  Noel Ancam Gugat KPK Rp 300 Triliun! Satu Rupiah Pun Tidak Akan Saya Ambil, Semua buat Buruh

Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia dan layanan berjalan optimal agar masyarakat dapat menjalani momen Idul Fitri dengan lancar.

Selain itu, Simon meminta maaf atas keresahan yang muncul akibat dugaan kasus korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang terjadi di lingkungan Pertamina.

Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk memperbaiki tata kelola dan memastikan kualitas BBM sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Baca Juga :  Isu Menkeu Purbaya Sakit di Media Sosial, Wamenkeu: Insyaallah Sehat, Doakan Saja

Dugaan korupsi tersebut terkait dengan pengadaan minyak mentah dan produk kilang oleh PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada periode 2018–2023, yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp193,7 triliun.

Kejaksaan Agung mengungkap bahwa Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, diduga membeli BBM dengan nilai oktan (RON) 90 atau lebih rendah tetapi melaporkannya sebagai RON 92.

BBM tersebut kemudian diolah melalui proses pencampuran (blending) di depo untuk meningkatkan nilai oktannya, praktik yang dinyatakan tidak diperbolehkan.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

LocoWin Casino: Quick‑Hit Slots und blitzschnelle Gewinne
Ka casino: Quick‑Hit Gaming voor Directe Winsten
Buntut Potongan Video JK di UGM, Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim
KPK Panggil Staf Ahli Menhub soal Kasus Korupsi DJKA
Polisi Dalami Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Pati, Pengasuh Diperiksa
Wabup Rahmanto Dorong UMKM Lebih Kompetitif
Pimpin Upacara Otda dan Hardiknas, Ini Pesan Wabup Rahmanto Muhidin
Pesan Mendalam Arton S. Dohong di Perayaan Dharma Shanti Nyepi Kalteng
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:57 WIB

LocoWin Casino: Quick‑Hit Slots und blitzschnelle Gewinne

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:17 WIB

Ka casino: Quick‑Hit Gaming voor Directe Winsten

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:44 WIB

Buntut Potongan Video JK di UGM, Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

Senin, 4 Mei 2026 - 20:58 WIB

KPK Panggil Staf Ahli Menhub soal Kasus Korupsi DJKA

Senin, 4 Mei 2026 - 20:54 WIB

Polisi Dalami Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Pati, Pengasuh Diperiksa

Senin, 4 Mei 2026 - 15:41 WIB

Pimpin Upacara Otda dan Hardiknas, Ini Pesan Wabup Rahmanto Muhidin

Senin, 4 Mei 2026 - 15:19 WIB

Pesan Mendalam Arton S. Dohong di Perayaan Dharma Shanti Nyepi Kalteng

Senin, 4 Mei 2026 - 06:20 WIB

Prabowo Kumpulkan Kepala PPATK di Hambalang: Evaluasi Ketat Aliran Dana Negara

Berita Terbaru

Berita

Ka casino: Quick‑Hit Gaming voor Directe Winsten

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:17 WIB

Ilustrasi KPK. (KPK)

Nasional

KPK Panggil Staf Ahli Menhub soal Kasus Korupsi DJKA

Senin, 4 Mei 2026 - 20:58 WIB