Hoax atau Fakta bahwa Minum Kopi dan Teh Dapat Menurunkan Risiko Kanker Kepala dan Leher?

- Jurnalis

Sabtu, 28 Desember 2024 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kopi hitam (pixabay.com)

Ilustrasi kopi hitam (pixabay.com)

1TULAH.COM – Ternyata jika Rutin minum kopi dan teh berhubungan dengan penurunan risiko kanker di area kepala dan leher, hidung, termasuk rongga mulut, tenggorokan hingga laring

Fakta tersebut dinyatakan oleh studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer yang dikeluarkan oleh American Cancer Society.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Konsorsium Epidemiologi Kanker Kepala dan Leher Internasional ini meninjau 14 studi yang berfokus pada penyakit kanker kepala dan leher, juga termasuk kanker pada rongga mulut dan kanker orofaring.

Hasilnya, rutin mengkonsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari bisa menurunkan risiko kanker kepala dan leher hingga 17% . Terlebih, risiko kanker pada rongga mulut dan orofaring masing-masing dapat berkurang sampai 30% dan 22%.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Incar Efisiensi Maksimal Program Makan Bergizi Gratis: "Kalau Bisa Rp 0, Tapi..."

Mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang sedikit pun, tiga hingga empat cangkir per hari, dapat mengurangi risiko kanker hipofaring hingga 41%.

Menariknya, mengkonsumsi kopi tanpa kafein memberikan manfaat yang cukup signifikan, dengan risiko kanker rongga mulut yang bisa berkurang hingga 25 persen bagi mereka yang mengonsumsi satu cangkir kopi tanpa kafein per harinya.

Studi ini juga memperlihatkan bahwasanya teh meskipun tidak sepopuler kopi, masih memiliki dampak positif. Mengonsumsi secangkir teh per harinya dapat menurunankan risiko kanker kepala dan leher sebanyak 9% dan mengurangi risiko kanker hipofaring sampai 27%.

Baca Juga :  Bendung Badai PHK, Pemerintah Siap Pangkas Harga Gas Industri Non-Subsidi

Akan tetapi perlu diperhatikan,mengkonsumsi teh lebih dari satu cangkir per hari malah meningkatkan risiko kanker laring sampai 38%.

Dr. Yuan-Chin Amy Lee ang merupakan penulis utama studi ini, menerangkan meskipun sebelumnya sudah ada penelitian yang mengkatikan kopi dan teh dengan penurunan risiko kanker. Studi ini memberikan wawasan baru terhadap efek samping mengkonsumsi kedua minuman tersebut pada subkategori kanker kepala dan leher.

Menurutnya, temuan ini menunjukkan meski kopi dan teh memiliki potensi positif, tetap diperlukannya penelitian lebih lanjut mengenai dampakna dengan lebih mendalam.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Berita Terkait

Gresini Racing Rombak Skuad, Joan Mir dan Dani Holgado Jadi Andalan Baru untuk MotoGP 2027
PORCAM 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Murung Raya
Harapan Politisi Golkar Kalteng di Hari Bhayangkara ke-80: Polri Makin Dicintai Rakyat!
Sisi Gelap Piala Dunia 2026: Mesin Uang FIFA dan Pemicu Ledakan Judi Online
Dukung Program MBG, Polri Targetkan Bangun 1.500 SPPG
Polda Metro Jaya Catat 2.216 Kasus Kejahatan 3C Hingga Juni 2026
Bupati Murung Raya Tekankan Sinergi Polri, TNI, dan Pemda
Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:21 WIB

Gresini Racing Rombak Skuad, Joan Mir dan Dani Holgado Jadi Andalan Baru untuk MotoGP 2027

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:48 WIB

PORCAM 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Murung Raya

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:23 WIB

Harapan Politisi Golkar Kalteng di Hari Bhayangkara ke-80: Polri Makin Dicintai Rakyat!

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:12 WIB

Sisi Gelap Piala Dunia 2026: Mesin Uang FIFA dan Pemicu Ledakan Judi Online

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:28 WIB

Dukung Program MBG, Polri Targetkan Bangun 1.500 SPPG

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:26 WIB

Polda Metro Jaya Catat 2.216 Kasus Kejahatan 3C Hingga Juni 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:23 WIB

Bupati Murung Raya Tekankan Sinergi Polri, TNI, dan Pemda

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:46 WIB

Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

Berita Terbaru