BuzzeRp atau Pendapat Jujur? Postingan Influnecer Irwan Prasetiyo yang Dukung Kenaikan PPN Digerudug Warganet

- Jurnalis

Sabtu, 28 Desember 2024 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Influencer TikTok dukung PPN 12 persen. (TikTok @irwanprasetiyo)

Influencer TikTok dukung PPN 12 persen. (TikTok @irwanprasetiyo)

1TULAH.COM-Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% yang akan berlaku mulai awal tahun 2025 terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Salah satu yang turut meramaikan diskusi ini adalah influencer terkenal, Irwan Prasetiyo.

Melalui akun media sosialnya, Irwan Prasetiyo menyatakan dukungannya terhadap kebijakan kenaikan PPN. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk meningkatkan pendapatan negara guna membiayai pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

“Aku setuju PPN naik ke 12 persen, karena sebagian besar orang Indonesia masih nggak bayar pajak penghasilan ya #lhokokbisa,” tulis Irwan dalam akun TikTok-nya.

Pernyataan Irwan tersebut sontak menuai beragam reaksi dari netizen. Tak sedikit yang merasa tidak setuju dengan pendapatnya. Mereka berargumen bahwa kenaikan PPN akan membebani masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga :  Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

“Lho kok bisa? Lho kok bisa? Lho kok bisa jadi buzzer?” sindir komika Yudha Keling menanggapi pernyataan Irwan.

Kritik serupa juga dilontarkan oleh netizen lainnya. Mereka mempertanyakan konsistensi Irwan yang mendukung kenaikan PPN, padahal ia mengaku pernah bekerja di perusahaan besar dengan gaji tinggi di luar negeri.

“Ada yang ngaku kerja posisi bagus di Adidas dengan gaji gede tapi masih ngambil side job jadi buzzeRp. Lah kok bisa?” cuit salah satu netizen.

Perbandingan PPN dan Pajak Penghasilan

Salah satu poin utama dalam perdebatan ini adalah perbandingan antara PPN dan pajak penghasilan. Irwan berpendapat bahwa banyak masyarakat Indonesia yang belum taat pajak, sehingga kenaikan PPN diperlukan untuk meningkatkan pendapatan negara.

Namun, banyak netizen yang berargumen bahwa membandingkan PPN dan pajak penghasilan tidaklah tepat. Mereka berpendapat bahwa kenaikan PPN akan membebani semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sudah taat pajak.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini 16 April 2026: Antam Tembus Rekor Rp3 Juta per Gram!

Dampak Kenaikan PPN

Kenaikan PPN memang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara. Namun, kebijakan ini juga memiliki potensi dampak negatif, seperti:

  • Meningkatkan inflasi: Kenaikan harga barang dan jasa akibat kenaikan PPN dapat memicu inflasi.
  • Membebani masyarakat: Kenaikan PPN akan menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.
  • Menurunkan daya beli: Dengan meningkatnya harga barang dan jasa, daya beli masyarakat akan menurun.

Pernyataan Irwan Prasetiyo tentang kenaikan PPN telah memicu perdebatan yang sengit di media sosial. Meskipun ada pro dan kontra, yang jelas adalah kebijakan kenaikan PPN ini memiliki dampak yang kompleks dan perlu dikaji lebih lanjut. (Sumber:Suara.com)

 

 

 

Berita Terkait

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR
Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 20:57 WIB

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Berita Terbaru

Ilustrasi Uang. Sumber foto : suara.com

Nasional

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:57 WIB

Ilustrasi Polisi. Sumber foto : suara.com

Berita

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:49 WIB