1TULAH.COM-Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% yang akan berlaku mulai awal tahun 2025 terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Salah satu yang turut meramaikan diskusi ini adalah influencer terkenal, Irwan Prasetiyo.
Melalui akun media sosialnya, Irwan Prasetiyo menyatakan dukungannya terhadap kebijakan kenaikan PPN. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk meningkatkan pendapatan negara guna membiayai pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
“Aku setuju PPN naik ke 12 persen, karena sebagian besar orang Indonesia masih nggak bayar pajak penghasilan ya #lhokokbisa,” tulis Irwan dalam akun TikTok-nya.
Pernyataan Irwan tersebut sontak menuai beragam reaksi dari netizen. Tak sedikit yang merasa tidak setuju dengan pendapatnya. Mereka berargumen bahwa kenaikan PPN akan membebani masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Lho kok bisa? Lho kok bisa? Lho kok bisa jadi buzzer?” sindir komika Yudha Keling menanggapi pernyataan Irwan.
Kritik serupa juga dilontarkan oleh netizen lainnya. Mereka mempertanyakan konsistensi Irwan yang mendukung kenaikan PPN, padahal ia mengaku pernah bekerja di perusahaan besar dengan gaji tinggi di luar negeri.
“Ada yang ngaku kerja posisi bagus di Adidas dengan gaji gede tapi masih ngambil side job jadi buzzeRp. Lah kok bisa?” cuit salah satu netizen.
Perbandingan PPN dan Pajak Penghasilan
Salah satu poin utama dalam perdebatan ini adalah perbandingan antara PPN dan pajak penghasilan. Irwan berpendapat bahwa banyak masyarakat Indonesia yang belum taat pajak, sehingga kenaikan PPN diperlukan untuk meningkatkan pendapatan negara.
Namun, banyak netizen yang berargumen bahwa membandingkan PPN dan pajak penghasilan tidaklah tepat. Mereka berpendapat bahwa kenaikan PPN akan membebani semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sudah taat pajak.
Dampak Kenaikan PPN
Kenaikan PPN memang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara. Namun, kebijakan ini juga memiliki potensi dampak negatif, seperti:
- Meningkatkan inflasi: Kenaikan harga barang dan jasa akibat kenaikan PPN dapat memicu inflasi.
- Membebani masyarakat: Kenaikan PPN akan menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.
- Menurunkan daya beli: Dengan meningkatnya harga barang dan jasa, daya beli masyarakat akan menurun.
Pernyataan Irwan Prasetiyo tentang kenaikan PPN telah memicu perdebatan yang sengit di media sosial. Meskipun ada pro dan kontra, yang jelas adalah kebijakan kenaikan PPN ini memiliki dampak yang kompleks dan perlu dikaji lebih lanjut. (Sumber:Suara.com)

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-225x129.jpg)

![Viral! Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berujung Satu Kelas Minta Maaf. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/minta-maaf-pelajar-225x129.jpg)






![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-360x200.jpg)








