Aksi Dramatis Peternak Boyolali: Susu Dimandi, Protes Kuota Terbatas dan Tuntut Stop Impor!

- Jurnalis

Sabtu, 9 November 2024 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi peternak dan pengepul susu Boyolali yang menggelar aksi protes terkait pembatasan kuota pengiriman susu dari pabrik atau IPS. (Suara.com/Ari Welianto)

Aksi peternak dan pengepul susu Boyolali yang menggelar aksi protes terkait pembatasan kuota pengiriman susu dari pabrik atau IPS. (Suara.com/Ari Welianto)

1TULAH.COM-Kehebohan mengguncang Kabupaten Boyolali saat puluhan peternak sapi perah dan pengepul susu menggelar aksi protes yang tak biasa. Sebagai bentuk kekecewaan atas pembatasan kuota susu lokal ke industri pengolahan susu (IPS), mereka melakukan aksi membuang, membagikan, bahkan mandi susu di area publik.

Aksi puncak dilakukan pada Sabtu (9/11/2024) di sekitaran Kecamatan Boyolali. Para peserta aksi berkumpul di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, lalu menuju Tugu Susu Tumpah di tengah kota. Di sana, ribuan liter susu segar dibagikan gratis kepada warga, sementara sebagian besar dibuang begitu saja. Yang paling menghebohkan adalah aksi mandi susu yang dilakukan oleh beberapa peserta aksi.

Penyebab Aksi Protes

Aksi ekstrem ini dilakukan sebagai bentuk protes atas pembatasan kuota susu lokal yang dilakukan oleh beberapa IPS. Akibatnya, banyak susu menumpuk di gudang pengepul dan koperasi karena tidak terserap oleh pabrik.

Baca Juga :  Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sriyono, salah satu koordinator aksi, menyampaikan bahwa aksi ini mewakili puluhan ribu peternak yang saat ini kesulitan menjual hasil produksi mereka.

“Kami menduga pembatasan ini dilakukan karena adanya persaingan dengan susu impor,” ujar Sriyono. “Padahal, produksi susu lokal masih sangat rendah dibandingkan dengan impor. Seharusnya, industri lebih memprioritaskan penyerapan susu lokal.”

Dampak Aksi Protes

Aksi ini tentu saja menimbulkan berbagai dampak, baik bagi peternak, industri pengolahan susu, maupun pemerintah. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

  • Kerugian Materi: Aksi pembuangan susu dalam jumlah besar tentu saja menimbulkan kerugian materi yang cukup besar bagi peternak.
  • Kerusakan Citra: Aksi ini dapat merusak citra industri susu Indonesia di mata konsumen.
  • Tekanan pada Pemerintah: Pemerintah diharapkan segera mencari solusi atas permasalahan ini agar tidak terjadi aksi serupa di masa mendatang.
Baca Juga :  Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Solusi yang Diharapkan

Para peternak berharap pemerintah dapat mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini. Beberapa solusi yang bisa dilakukan antara lain:

  • Meningkatkan Serapan Susu Lokal: Pemerintah perlu mendorong industri pengolahan susu untuk lebih mengutamakan penggunaan susu lokal.
  • Memberikan Bantuan kepada Peternak: Pemerintah dapat memberikan bantuan kepada peternak, seperti bantuan modal kerja atau pelatihan.
  • Menetapkan Kebijakan Perlindungan Produk Lokal: Pemerintah perlu membuat kebijakan yang melindungi produk susu lokal dari persaingan dengan produk impor.

Aksi protes yang dilakukan oleh para peternak susu di Boyolali merupakan bentuk keputusasaan mereka atas kondisi yang dihadapi. Pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu segera mencari solusi agar masalah ini tidak berlarut-larut dan merugikan banyak pihak. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Berita Terbaru