KPK Harap DPR Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

- Jurnalis

Jumat, 8 November 2024 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kantor KPK (suara.com)

Ilustrasi kantor KPK (suara.com)

 

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Harapan ini semakin besar dengan adanya Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra, yang diyakini dapat mempercepat pembahasan di legislatif.

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, menyatakan bahwa KPK mengapresiasi dukungan Yusril dalam mendorong proses ini di DPR.

Hal ini disampaikannya terkait pertemuan tertutup antara pimpinan KPK dan Yusril pada Kamis, 7 November. Salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset.

Baca Juga :  Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

“KPK berharap RUU Perampasan Aset dan Pembatasan Uang Kartal menjadi prioritas pembahasan di DPR,” ujar Tessa. KPK menekankan bahwa regulasi ini penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Pada pertemuan tersebut, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengadakan diskusi dengan Ketua Sementara KPK, Nawawi Pomolango, beserta Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dan Johanis Tanak.

Baca Juga :  Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Nawawi menanyakan sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap RUU ini. Yusril menjelaskan bahwa pemerintah tidak berencana menarik RUU tersebut, meskipun RUU ini merupakan kebaruan yang perlu dipelajari lebih lanjut.

Yusril juga menekankan pentingnya perumusan undang-undang yang cermat agar tidak melanggar hak asasi manusia. Ia menyarankan agar pakar dan masyarakat turut memberikan masukan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di DPR RI, untuk memastikan RUU ini dapat diterima secara luas dan dilaksanakan dengan baik.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Berita Terbaru