PT BDA Dituntut Warga kembalikan Kondisi Sungai Panaen Keruh dan Berubah Warna

- Jurnalis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi air Sungai Panaen yang keruh dan berubah warna diduga akibat dampak aktifitas PT BDA. Foto.Arjianto

Kondisi air Sungai Panaen yang keruh dan berubah warna diduga akibat dampak aktifitas PT BDA. Foto.Arjianto

1TULAH.COM, Muara Teweh – Warga Desa Panaen, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, menuntut PT Batu Bara Dua Ribu Abadi (BDA), pemegang konsesi PKP2B, segera mengembalikan kondisi Sungai Panaen.

Warga menilai sejak beroperasinya aktivitas pertambangan PT BDA, kondisi air Sungai Panaen berubah warna dan keruh, di wilayah Panaen sejak awal 2024.

Sungai Panaen merupakan anak Sungai Teweh. “Sungai Panaen meniadi berlumpur, keruh, dan airnya berubah warna dari bagian hulu sampai hilir, sejak adanya aktivitas tambang PT BDA, ” kata tokoh masyarakat sekaligus mantan kades Panaen, Hadini, Jumat 11 Oktober 2024.

Hadini bersama mantan kades Murjani Tuah, tokoh masyarakat Moses dan Arjianto mengungkapkan hal tersebut, usai bertemu dan menyampaikan kondisi terkini di Panaen kepada tokoh Dayak Tewoyan, Suria Baya, Jumat siang.

Baca Juga :  PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta

“Kami meminta kondisi Sungai Panaen dikembalikan seperti semula. Airnya dijernihkan seperti sedia kala, karena itu sumber kehidupan kami, ” tegas Hadini kepada 1tulah.com.

Para tokoh tersebut juga mengungkapkan bahwa pada awalnya pada September lalu muncul protes dari masyarakat adat Panaen terkait limbah yang mengalir di Sungai Panaen akibat aktivitas tambang PT.HPU/PT.BDA.

Namun setelah mediasi antara pihak warga dengan PT.BDA, sampai hari ini tidak ada solusi. Malah kesan yang muncul PT.BDA menganggap sebelah mata aspirasi warga.

Baca Juga :  PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta

“”Kita tidak menolak perusahaan atau investor. Tetapi kita harapkan mendapat keuntungan dari investasi yang masuk. Masalahnya, kami hanya rnendapat dampak. Kami minta dilibatkan dalam kegiatan lapangan, bukan hanya CSR dan pengelolaan lingkungan, ” timpal Arjianto.

Tokoh Dayak Tewoyan, Suria Baya, menyarankan agar perusahaan merespon keinginan warga secara arif dan bijaksana.

“Permintaan warga agar kondisi air sungai dikembalikan seperti semula merupakan bentuk dari hukuman adat. Warga menyetop pekerjaan bukan memortal sampai ada aksi nyata dari perusahaan, ” kata Suria.

Saat dikonfitmasi via platform WhatsApp, KTT PT.BDA, Danu, hingga pukul 14.00 WIB, tak menjawab pertanyaan wartawan.(*)

Penulis : Deni

Berita Terkait

PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta
Status Siaga Darurat, Barito Utara Hadapi 182 Kejadian Karhutla hingga Agustus
Pemkab Barut Serahkan Pidato Pengantar Raperda Perubahan APBD 2026
Wabup Barito Utara Ikuti Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Kalimantan Batch II
15 Desa Masih Belum Nikmati Listrik, Barito Utara Kejar Penyelesaian 2027
Sholat Istisqa Digelar di Barito Utara, Bupati Ajak Warga Introspeksi dan Peduli Lingkungan
APKASI Otonomi Expo 2026 Jadi Ajang Barito Utara Promosikan Potensi Ekonomi
Pembangunan Jembatan Tumpung Laung Ditargetkan Selesai 2028

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:17 WIB

Status Siaga Darurat, Barito Utara Hadapi 182 Kejadian Karhutla hingga Agustus

Jumat, 4 September 2026 - 17:15 WIB

Pemkab Barut Serahkan Pidato Pengantar Raperda Perubahan APBD 2026

Jumat, 4 September 2026 - 17:11 WIB

Wabup Barito Utara Ikuti Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Kalimantan Batch II

Rabu, 2 September 2026 - 20:48 WIB

15 Desa Masih Belum Nikmati Listrik, Barito Utara Kejar Penyelesaian 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Sholat Istisqa Digelar di Barito Utara, Bupati Ajak Warga Introspeksi dan Peduli Lingkungan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:43 WIB

APKASI Otonomi Expo 2026 Jadi Ajang Barito Utara Promosikan Potensi Ekonomi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Pembangunan Jembatan Tumpung Laung Ditargetkan Selesai 2028

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Bupati Barito Utara Gowes Bersama Warga, Sekaligus Meninjau Venue “Barito Utara Bertabigh”

Berita Terbaru