Indonesia Termasuk Negara Penyumbang Sampah Terbesar di Dunia, Setara 4.800 Candi Borobudur!

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juli 2024 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solikah, 58, dan Cartini, 35, mengamati sampah, sebagian besar plastik dan sampah rumah tangga, yang menutupi pantai di lingkungan mereka di desa nelayan Teluk, Pandeglang, Banten, Maret 15, 2024. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Solikah, 58, dan Cartini, 35, mengamati sampah, sebagian besar plastik dan sampah rumah tangga, yang menutupi pantai di lingkungan mereka di desa nelayan Teluk, Pandeglang, Banten, Maret 15, 2024. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

1TULAH.COM-Indonesia, dengan populasi terbanyak kelima di dunia, sayangnya juga menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar. Hal ini diungkapkan oleh Greenation Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.

Menurut Greenation, setiap individu di Indonesia menghasilkan rata-rata 0,5-0,7 kilogram sampah per hari. Angka ini bila dikalikan dengan total penduduk Indonesia, mencapai 175.000 ton per hari, atau setara dengan 63,8 juta ton per tahun.

Baca Juga :  Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Jumlah sampah tersebut bila divisualisasikan, setara dengan 4.800 bangunan Candi Borobudur. Bayangkan, tumpukan sampah yang menggunung itu dihasilkan hanya dalam kurun waktu satu tahun!

Pendiri Greenation Indonesia, yang juga Managing Director Waste4Change, Mohammad Bijaksana Junerosano, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi ini. Ia menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap sampah.

Baca Juga :  Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

“Kita perlu mengubah kebiasaan dan pola hidup kita untuk mengurangi sampah. Kita harus mulai dari diri sendiri, dengan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan mendaur ulang sampah,” ujar Bijaksana. (Sumber:voaindonesia.com)

 

 

Berita Terkait

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas
Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Berita Terbaru