Persatuan Umat Islam Semakin Dekat! Muhammadiyah Terapkan Kalender Hijriah Global Tunggal dengan Kriteria Turki 2016

- Jurnalis

Senin, 8 Juli 2024 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal. [Dok.Muhammadiyah]

Ilustrasi penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal. [Dok.Muhammadiyah]

1TULAH.COM-Muhammadiyah resmi mengadopsi Kriteria Turki 2016 sebagai dasar penyusunan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Keputusan ini diambil dalam rangka mewujudkan kalender Islam yang dapat menyatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kriteria Turki 2016 lahir dalam Muktamar Kalender Islam Global yang digelar di Turki pada tahun 2016. Konsep kalender ini menggunakan prinsip “satu hari satu tanggal” untuk seluruh dunia.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Maskufa, menjelaskan bahwa salah satu prinsip utama KHGT adalah “kesatuan matlak” dengan syarat imkan rukyat. Artinya, ketinggian hilal minimal 5 derajat dan sudut elongasi minimal 8 derajat di belahan bumi mana pun.

Alasan Memilih Kriteria Turki 2016

Muhammadiyah memilih Kriteria Turki 2016 berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu:

  • Konsep pemersatu: Dianggap ideal untuk mewujudkan Kalender Islam yang menyatukan umat.
  • Semangat keterbukaan: Memungkinkan kritik dan perbaikan demi kemaslahatan bersama.
  • Pencerahan peradaban: Islam sebagai rahmat bagi alam semesta.
Baca Juga :  Polemik Program Makan Bergizi Gratis: Antara Kegembiraan Bocah SD dan Gugatan Mahasiswa

Dampak Positif KHGT

Maskufa meyakini bahwa penerapan KHGT dengan Kriteria Turki 2016 akan membawa dampak positif, antara lain:

  • Kepastian dan ketepatan waktu ibadah: Umat Islam di seluruh dunia akan memiliki waktu ibadah yang sama.
  • Memperkuat persatuan umat: Identitas Islam semakin terlihat, khususnya dalam misi menyatukan waktu ibadah.
  • Komitmen Muhammadiyah: Inovasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan umat Islam dan peradaban dunia.

 

“Konsep ini dianggap ideal untuk mewujudkan Kalender Islam pemersatu. Pilihan ini juga didasarkan pada semangat keterbukaan, kebersamaan, dan pencerahan peradaban agar Islam menjadi rahmat bagi alam semesta,” ucap Maskufa dalam acara Pengajian PP Muhammadiyah, dikutip dari website resmi Muhammadiyah, Senin (8/7/2024).

Selain itu, keputusan tersebut juga mencerminkan semangat keterbukaan, kebersamaan, dan pencerahan peradaban, agar Islam benar-benar menjadi rahmat bagi alam semesta.

Baca Juga :  KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar Terkait Kasus Pemerasan WNA

Menurut Maskufa, semangat keterbukaan ini adalah salah satu karakteristik dari wawasan pemikiran Islam yang diyakini oleh Muhammadiyah. “Setiap keputusan dapat dikritik dan diperbaiki untuk kemaslahatan bersama. Semangat keterbukaan adalah salah satu karakteristik wawasan pemikiran Islam yang diyakini Muhammadiyah,” katanya.

Maskufa meyakini bahwa penerapan KHGT dengan Kriteria Turki akan membawa dampak positif bagi kepastian dan ketepatan waktu ibadah umat Islam seluruh dunia.

“Identitas Islam dalam wujud KHGT akan semakin terlihat, khususnya dalam misi menyatukan waktu pelaksanaan ibadah yang selama ini sering kali menimbulkan perbedaan dan bahkan perpecahan,” katanya.

Dengan lahirnya KHGT, umat Islam di seluruh dunia diharapkan ikut merasakan kebersamaan dan persatuan yang lebih kuat. Hal ini juga menunjukkan komitmen Muhammadiyah untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat Islam dan peradaban dunia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi
DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah
Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?
Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat
Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak
DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata
Pertemuan Tertutup Megawati Institute: Soroti Etika Publik dan Demokrasi Sehat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:11 WIB

Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:57 WIB

Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:43 WIB

Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:17 WIB

Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Senin, 22 Juni 2026 - 16:38 WIB

DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata

Senin, 22 Juni 2026 - 16:33 WIB

Pertemuan Tertutup Megawati Institute: Soroti Etika Publik dan Demokrasi Sehat

Berita Terbaru