Bupati Kotim Minta Selidiki Penyebab Tunjangan Guru Dihentikan

- Jurnalis

Jumat, 28 Juni 2024 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Smpit Halikinnor. Foto.Fitri/1tulah.com

Bupati Smpit Halikinnor. Foto.Fitri/1tulah.com

 

1TULAH.COM – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor telah menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menelusuri penyebab penghentian tunjangan khusus guru (TKG) dari sejumlah tenaga pendidik di daerahnya.

Masalah ini terungkap setelah adanya aduan dari Juwarsih, seorang kepala sekolah di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, yang menyampaikan bahwa TKG-nya telah dihentikan sejak 2021, sedangkan di daerah terpencil lain masih diberikan.

Juwarsih, yang bertugas di desa terpencil tersebut sejak 1998, mendapat TKG sejak 2010-2011 sebagai kompensasi atas kesulitan hidup dalam melaksanakan tugasnya.

Baca Juga :  SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, TKG-nya terhenti karena desanya dianggap sudah masuk kategori desa maju, bukan lagi desa terpencil.

Muhammad Irfansyah, Kepala Dinas Pendidikan Kotim, menjelaskan bahwa beberapa guru tidak lagi mendapat TKG karena kesalahan dalam pengisian biodata di data pokok pendidikan (dapodik).

Kesalahan ini terjadi karena operator mengisikan status wilayah desa tersebut sebagai desa maju, sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan TKG.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pendidikan Kotim akan melakukan perbaikan pada dapodik dan mengajukan ulang data tersebut ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk verifikasi. Meskipun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Pemerintah Pusat.

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa para guru di daerah terpencil seperti Desa Satiruk tetap mendapatkan insentif yang pantas sebagai bentuk motivasi dan kompensasi atas tantangan bekerja di daerah yang sulit dijangkau dan mahal biaya transportasinya.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Dorong DAD dan BATAMAD Jadi Garda Pelestarian Budaya Dayak
Sinergi Pemprov Kalteng dan BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif melalui Pesona Tambun Bungai
Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Bank Indonesia Kalteng Siapkan Pesona Tambun Bungai 2026 untuk Dorong UMKM dan Ekonomi Digital
PT Multipersada Gatramegah Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan Karhutla
Pemprov Kalteng Perkuat Tata Kelola Sawit Rakyat Berkelanjutan melalui Bimtek Pendataan
Gubernur Kalteng Prioritaskan Pendidikan dan Kesejahteraan Mahasiswa melalui Program KHBS
Pemprov Kalteng dan Tim Staf Ahli Kasad Bahas Perlindungan Hutan untuk Pertahanan Strategis
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:31 WIB

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Dorong DAD dan BATAMAD Jadi Garda Pelestarian Budaya Dayak

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:12 WIB

Sinergi Pemprov Kalteng dan BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif melalui Pesona Tambun Bungai

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:22 WIB

Bank Indonesia Kalteng Siapkan Pesona Tambun Bungai 2026 untuk Dorong UMKM dan Ekonomi Digital

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:13 WIB

PT Multipersada Gatramegah Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan Karhutla

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:02 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Tata Kelola Sawit Rakyat Berkelanjutan melalui Bimtek Pendataan

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:56 WIB

Gubernur Kalteng Prioritaskan Pendidikan dan Kesejahteraan Mahasiswa melalui Program KHBS

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:38 WIB

Pemprov Kalteng dan Tim Staf Ahli Kasad Bahas Perlindungan Hutan untuk Pertahanan Strategis

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:26 WIB

Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terbaru