Antisipasi Krisis Pangan Nasional, PBS Sawit Siap Galakkan Program Tumpang Sari; Diawali dari Provinsi Kalsel

- Jurnalis

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu kebun sawit di Riau. (Suara.com/Kurnia)

Salah satu kebun sawit di Riau. (Suara.com/Kurnia)

1TULAH.COM-Kenaikan harga pangan nasional, terutama beras memunculkan keresahan banyak kalangan. Dalam jangka panjang apabila lahan-lahan pertanian yang ada di Indonesia semakin berkurang akibat alih fungsi menjadi lahan perkebunan sawit, bukan tidak mungkin di masa mendatang akan terjadi krisis pangan yang lebih parah.

Hal ini rupanya juga memunculkan kepedulian di kalangan pemilik Perusahaan Besar Swasta (PBS) kelapa sawit Nasional. Dalam hal ini adalah dengan memanfaatkan lahan-lahan sawit untuk program penanaman padi secara tumpang sari.

Gapki, selaku lembaga yang mewadahi pengusaha kelapa sawit di Indonesia, menyatakan kesiapannya untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan produksi beras. Salah satu caranya adalah melalui optimalisasi lahan dengan menerapkan sistem tumpang sari di perkebunan kelapa sawit.

Menurut Ketua Umum Gapki, Eddy Martono, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Pertanian, untuk membahas penggunaan lahan di area peremajaan kelapa sawit, guna menanam padi gogo secara tumpang sari.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Kawal Raperda Pertambangan di Kemendagri

“Kami akan mencoba untuk Gapki membantu pemerintah dalam hal ini untuk ketahanan pangan utamanya di pasar beras,” ujar Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/2/2024).

Ia menambahkan, program tumpang sari antara sawit dengan padi gogo tersebut akan dimulai di Kalimantan Selatan, dan disusul di cabang-cabang lain Gapki yang mana saat ini 739 perusahaan menjadi anggota organisasi tersebut dengan luas 3,7 juta hektare (ha) lahan di 15 cabang.

Ketua Bidang Perkebunan Gapki, R.Azis Hidayat lantas mengatakan, program tumpang sari sawit dan padi gogo di Kalsel nantinya seluas 5 hektare dengan kebutuhan benih sekitar 100 kg.

Baca Juga :  KPK Usut Dugaan Penerimaan Uang Eks Pejabat Bea Cukai Soal Importasi

Menurut dia, sebelumnya Gapki pernah menerapkan program serupa yakni budidaya jagung pada sela-sela pertanaman kelapa sawit sehingga untuk pengembangan padi gogo secara tumpang sari pihaknya optimis berhasil.

“Tapi diperlukan pendampingan penyuluh pada petani sawit untuk menanam padi gogo karena tidak ada ahli padi gogo di kebun sawit,” katanya pada syukuran Ulang Tahun GAPKI ke 43 .

Selain itu potensi hama penyakit terutama tikus juga menjadi persoalan yang harus diperhatikan untuk program tumpang sari sawit dengan padi gogo.

“Perlu juga ada off taker atau pihak yang menjamin pembelian padi hasil panen petani nantinya. Kalau tidak siapa yang akan membeli,” kata dia. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Bareskrim Polri Amankan 321 WNA Terkait Judi Online Jaringan Internasional
Buntut Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, Polres Jayapura Lakukan Penyelidikan
Bupati Mura Minta Distribusi BBM Diawasi Ketat
Polres Jayapura Amankan 14 Orang Terkait Kericuhan Stadion Lukas Enembe
Prabowo Dukung Perdamaian Thailand dan Kamboja di Forum KTT ASEAN
KPK sebut ASN Bea Cukai yang Kabur dari Wartawan Terima Uang Korupsi
Heriyus Apresiasi Semangat Kontingen Murung Raya yang Akan Berlaga di FBIM 2026
Pengurus BPC HIPMI Barito Timur Resmi Dikukuhkan, Fokus Dorong Sektor UMKM
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:38 WIB

Bareskrim Polri Amankan 321 WNA Terkait Judi Online Jaringan Internasional

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:37 WIB

Buntut Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, Polres Jayapura Lakukan Penyelidikan

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:14 WIB

Bupati Mura Minta Distribusi BBM Diawasi Ketat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:16 WIB

Prabowo Dukung Perdamaian Thailand dan Kamboja di Forum KTT ASEAN

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:14 WIB

KPK sebut ASN Bea Cukai yang Kabur dari Wartawan Terima Uang Korupsi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:57 WIB

Heriyus Apresiasi Semangat Kontingen Murung Raya yang Akan Berlaga di FBIM 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Pengurus BPC HIPMI Barito Timur Resmi Dikukuhkan, Fokus Dorong Sektor UMKM

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Berita Terbaru

Rakor penanganan kelangkaan BBM bersama unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, camat, aparat keamanan dan stakeholder lainnya di Aula A Kantor Bupati Mura, Sabtu (9/5/2026).

Berita

Bupati Mura Minta Distribusi BBM Diawasi Ketat

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:14 WIB

Foto rapat persiapan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Masjid Raya Shiratal Mustaqim

Muara Teweh

Pelatihan Juleha Segera Digelar MUI

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:31 WIB