Proyek Food Estate Kemenhan RI di Kabupaten Gumas Terbengkalai, Legislator Kalteng Tawarkan Solusi Ini

- Jurnalis

Jumat, 3 November 2023 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lohing Simon, anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah. Foto.dok.1tulah.com

Lohing Simon, anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah. Foto.dok.1tulah.com

1TULAH.COM-Proyek food estate berupa perkebunan singkong yang dikelola Kemenhan RI di Kabupaten Gunung Mas menyisakan lahan terbengkalai.

Saar ini tanaman singkong yang sebelumnya sempat ditanam sama-sekali tidak menghasilkan apa-apa. Padahal, kawasan hutan yang saat ini sudah berupa hamparan lahan kosong tersebut masih bisa dimanfaatkan agar lebih produktif.

Anggota Komisi II DPRD Kalteng Lohing Simon menganggap food estate singkong yang ada di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) sekarang ini gagal, sebab sudah tidak ada aktivitas di sana.

Namun, ia menuturkan kegagalan itu jangan hanya dilihat dari sisi negatifnya saja, akan tetapi pengelolaan lahan yang sudah dibuka atau digarap itu perlu solusi, sehingga tidak sia-sia dan bisa memberikan manfaat.

Baca Juga :  Ketergantungan Dana Pusat Tinggi, Fraksi NasDem DPRD Kalteng Desak Peningkatan PAD dan Kemandirian Fiskal

“Kita jangan hanya melihat kegagalan dari program itu saja, tapi pemerintah harus mencari solusi supaya nanti lahan food estate ini tetap bisa dikelola, jangan hanya dibiarkan begitu saja,” kata Lohing Simon, Kamis (2/11/2023).

Menurutnya, solusi tepat untuk mengelola lahan itu yakni pemerintah bisa melibatkan atau membangikan maupun meminjamkan lahan tersebut, untuk dikelola oleh masyarakat, dan ini pastinya akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat disana.

“Nah ini menjadi tugas pemda baik Provinsi Kalteng maupun Gumas berkoordinasi dengan pemerintah pusat, karena food estate singkong ini di bawah Kemenhan RI, jadi koordinasikan dengan mereka agar dilibatkan masyarakat untuk mengelola lahan yang ada itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Cetak Sejarah! Timnas Voli Putra Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Cup 2026

Ditambahkannya, misalnya program singkong nantinya masyarakat yang menanam singkong itu, kemudian pemerintah memanfaatkannya atau membeli singkong itu dari masyarakat untuk diolah.

Namun sebelum itu pemerintah pusat harus mempunyai pabrik pengeolahan singkong tersebut.

“Masyarakat pasti mau mengelola lahan itu, dan pada intinya ketika masyarakat yang mengelolanya perlu juga dibina atau dibimbing oleh pemerintah. Jadi, lahan yang ada bisa terkelola dan tidak sia-sia. Saya rasa pemerintah tinggal hanya memikirkan itu,” imbuh Politisi PDIP ini. (Ingkit)

 

Berita Terkait

Gresini Racing Rombak Skuad, Joan Mir dan Dani Holgado Jadi Andalan Baru untuk MotoGP 2027
PORCAM 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Murung Raya
Harapan Politisi Golkar Kalteng di Hari Bhayangkara ke-80: Polri Makin Dicintai Rakyat!
Sisi Gelap Piala Dunia 2026: Mesin Uang FIFA dan Pemicu Ledakan Judi Online
Dukung Program MBG, Polri Targetkan Bangun 1.500 SPPG
Polda Metro Jaya Catat 2.216 Kasus Kejahatan 3C Hingga Juni 2026
Bupati Murung Raya Tekankan Sinergi Polri, TNI, dan Pemda
Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:21 WIB

Gresini Racing Rombak Skuad, Joan Mir dan Dani Holgado Jadi Andalan Baru untuk MotoGP 2027

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:48 WIB

PORCAM 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Murung Raya

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:23 WIB

Harapan Politisi Golkar Kalteng di Hari Bhayangkara ke-80: Polri Makin Dicintai Rakyat!

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:12 WIB

Sisi Gelap Piala Dunia 2026: Mesin Uang FIFA dan Pemicu Ledakan Judi Online

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:28 WIB

Dukung Program MBG, Polri Targetkan Bangun 1.500 SPPG

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:26 WIB

Polda Metro Jaya Catat 2.216 Kasus Kejahatan 3C Hingga Juni 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:23 WIB

Bupati Murung Raya Tekankan Sinergi Polri, TNI, dan Pemda

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:46 WIB

Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

Berita Terbaru