Sisi Gelap Kontes Kencantikan Itu Bukan Mitos, Finalis Miss Universe Indonesia 2023 Diminta Berpose Vulgar

- Jurnalis

Rabu, 9 Agustus 2023 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


R dan J, dua dari sederet finalis Miss Universe Indonesia 2023 yang jadi korban foto bugil [Suara.com/Tiara Rosana]

R dan J, dua dari sederet finalis Miss Universe Indonesia 2023 yang jadi korban foto bugil [Suara.com/Tiara Rosana]

1TULAH.COM-Kontes kecantikan selama ini dicitrakan bukan hanya semata penilaian terhadap fisik semata, melainkan lebih ke arah intelegensi dan inner beauty.

Namun pada realiatasinya mitos-mitos soal penonjolan sisi fisik dan body kontestan justru masih terjadi.  Hal ini terungkap saat salah seorang Finalis Miss Universe Indonesia 2023 membuka borok penyelenggaraan ajang kecantikan tersebut.

Selain diminta body checking dengan telanjang dada yang jadwalnya tidak ada di rundown, para kontestan juga diminta berpose vulgar di depan banyak orang saat sedang dicek badannya.

Hal itu diungkap oleh R, salah satu finalis perwakilan Jawa Barat sekaligus korban dari kejadian tersebut.

“Kita disuruh melepas (pakaian dalam) bagian atas, bagian bra. Tidak boleh memakai nipple pad atau bra gel, jadi kita benar-benar cuma pakai celana dalam doang,” tutur R dalam jumpa pers di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2023).

“Di situ kita disuruh melakukan beberapa pose, seperti harus ngangkang, harus pose belakang,” sambungnya.

Saat itu R juga sempat disentuh area vitalnya dan diminta untuk memperlihatkan bokongnya. Perempuan itu mengaku sangat tidak nyaman diperlakukan seperti itu.

Baca Juga :  Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

“Tidak hanya dilihat tapi juga dipegang area-area privat seperti yang saya alami sendiri. Saya juga disuruh memperlihatkan bagian belakang saya, bagian bokong. Saat itu saya sangat bingung dan sangat tidak nyaman,” katanya.

Sementara J, sesama perwakilan dari Jawa Barat diminta menaikkan satu kakinya ke kursi untuk dilihat bagian intimnya. Dia juga diminta memutar dan memperlihatkan seluruh detail tubuhnya.

Saat itu dia merasa sangat tidak percaya diri harus berdiri telanjang di depan banyak orang terutama di depan laki-laki.  “Saya sendirian telanjang, jadi saya benar-benar sangat tertekan di situ, karena dilihat oleh jenis kelamin yang lain dan sangat ramai,” kata J.

“Lalu saya disuruh untuk angkat kaki saya satu ke kursi, untuk dilihat kaki saya bagaimana, bagian bawah area privat saya bagaimana, lalu saya disuruh mutar badan,” sambungnya.

Baik J maupun R sempat dibentak dan dimarahi saat mencoba menutup-nutupi tubuh polosnya sendiri. Mereka disebut tidak bangga dengan tubuhnya.

Baca Juga :  Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Pihak penyelenggara menggunakan dalih mereka akan dibawa ke ajang kecantikan Internasional jika percaya diri menunjukkan tubuh telanjang.

“Di sana saya langsung menutup bagian buah dada saya. Lalu saya dibentak dan dimarahi kalau saya itu sangat tidak bangga pada tubuh saya sendiri. (Katanya) gimana kalau nanti saya dikirim ke kompetisi internasional yang pasti akan dilihat telanjang oleh banyak orang,” ungkap J.

Kendati demikian mereka akhirnya tetap menurut perkataan kru dengan alasan takut sikap mereka akan memengaruhi penilaian sebagai Miss Universe.

Namun dari kejadian itu mereka sangat terguncang mentalnya. Mereka mengaku masih kepikiran hingga saat ini bahkan sampai susah tidur.

“Nah, di situ saya agak terganggu dan sampai sekarang saya masih overthinking, susah tidur, karena mental saya masih kepikiran, bagaimana mereka selalu mengurusi bagian tubuh. Kasarnya itu adalah body shaming, karena menilai dari kulit saya bagaimana, lalu saya juga dipertontonkan ramai-ramai orang,” pungkas J. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Berita Terbaru