1TULAH.COM, Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara, Tajeri kembali mengeluarkan kekesalannya, terkait langkah Pemkab barito Utara yang hingga kini belum melakukan penindakan terhadap agen dan pangkalan nakal memainkan harga LPG bersubsidi 3 kg.
Politisi partai Gerindra ini juga menyayangkan langkah Pemkab yang hanya melayangkan surat teguran terhadap para agen, bukan malalh menindak dan memberi sanksi.
“Menurut saya surat ini sangat baik. Secara administratif sangat kuat untuk mengambil tindakan sesuai dengan perundangan yang berlaku, tindakan tegas harus diambil oleh Pemerintah Daerah sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat,” kata Tajeri, Kamis 23 Maret 2023.
Dikatakannya, aturan jelas dan tegas. Sekarang tinggal pemerintah daerah mau atau tidak mengambil langkah konkrit dilapangan.
“Saya sebagai wakil rakyat merasa kecewa masalah ini berlarut- larut. Kasihan masyarakat yang kurang mampu yang seharusnya menikmati uang subsidi dalam bentuk harga si MILON yang sudah disubsidi. Apalagi Bulan Suci Ramadhan sudah di ambang pintu,” terangnya.
Karena belum ada gerakan dan tindakan tegas pemerintah daerah bersama perangkat lengkapnya, Tajeri menghimbau kepada masyarakat, apabila menemukan harga LPG bersubsidi 3 kg tidak wajar atau tidak sesuai HET yang ditetapkan pemerintah daerah, jangan takut untuk melaporkan ke pemerintah daerah atau Tim yang sudah dibentuk, dengan harapan masalah ini cepat tuntas.
“Kami juga menunggu janji Tim untuk segera menertibkan aturan ini. Karena harga si MILON harus sesuai HET,” katanya sembari mengatakan, apabila tidak mengindahkan dengan surat pernyataan yang dibuat, maka pemerintah akan menindak tegas.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Barut mengeluarkan surat teguran terhadap empat agen karena berdasarkan hasil pantauan di lapangan masih ditemukan, sebagai berikut :
- Penjualan LPG tabung 3 kg belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai HET.
- Masih terjadi pendistribusian LPG tabung 3 kg ke kios-kios tidak resmi yang dapat menyebabkan harga melebihi HET yang sudah ditentukan.
- Khusus di Kota Muara Teweh, masih ditemukan beberapa pangkalan yang tidak aktif mendistribusikan LPG tabung e kg ke masyarakat sesuai peruntukannya.
- Memperhatikan point 1, 2, dan 3, maka diminta kepada saudara untuk konsisten membina pangkalan atau mitra kerja masing-masing agar dapat memenuhi ketentuan berlaku sesuai surat pernyataan yang dibuat.
Surat teguran Pemkab Barut ini ditandatangani oleh Ketua Tim Pemantau HET, Sekda Muchlis.
Sementara itu pantauan media ini dilapangan, ketersediaan LPG bersubsidi 3 kg di Kota Muara Teweh, tersedia melebihi dari cukup. Malah hampir di semua kios di dalam Kota Muara Teweh terlihat banyak stok.
Mengenai harga, masih tinggi di jual di pasaran. Kisaran harga dari Rp27.000 per tabung hingga seharga Rp35.000 per tabung.
Sementara harga LPG bersubsidi 3 kg di desa-desa kecamatan masih tinggi, kisaraan harga Rp50.000 per tabung. (*)

![Curahan hati Aisyah Thisia Agustiar, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan setelah videonya saat mengikuti forum pengajian Menata Hati beredar di media sosial. [Instagram Aisyah Thisia Agustiar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/thisiah-agustiar-360x200.jpg)
![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)





















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

