Pemkab Barsel Launching Aplikasi e-Posyandu, Program Pelayanan Ibu dan Balita Bisa Diakses di Sini

- Jurnalis

Senin, 27 Februari 2023 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lisda Arriyana Pj. Bupati Barsel (berdiri dimimbar) saat berpidato diacara sosialisasi sekaligus launching aplikasi e-Posyandu suatu layanan kesehatan berbasis online,  Senin (27/2/2023). Foto. Alifansyah/1tulah.com

Lisda Arriyana Pj. Bupati Barsel (berdiri dimimbar) saat berpidato diacara sosialisasi sekaligus launching aplikasi e-Posyandu suatu layanan kesehatan berbasis online, Senin (27/2/2023). Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com, BUNTOK-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel), melaunching sekaligus mensosialisasikan aplikasi layanan Posyandu berbasis online, bertempat di Aula kantor BAPPEDA, jalan Pahlawan Atas, Buntok, Senin (27/2/2023).

Sistem Informasi Posyandu (SIP) berbasis online atau e-Posyandu ini, merupakan aplikasi pemantauan status gizi balita di setiap Puskesmas, dengan tujuan untuk menaikkan cakupan partisipasi masyarakat untuk menimbang di posyandu.

Lisda Arriyana, Pj. Bupati Barsel dalam sambutannyan menyampaikan, sebagai pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu memiliki peran penting dalam mengumpulkan berbagai indikator kesehatan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Ia menagatakan, maka dari itu Pemkan Barsel menyambut baik serta mendukungan penuh dengan menyediakan lalayanan kesehatan malalui e-Posyandu, yang mampu memberikan informasi kesehatan terhadap ibu dan anak secara langsung.

“Sehingga mampu meningkatkan mutu dan kualitas pencatatan di Posyandu dan dapat membantu serta mempermudah pelayanan kesehatan terutama kepada anak-anak balita maupum ibu hamil di Kabupaten Barsel,” ujar Lisda Arriya kepada waratawan usai melaunching aplikasi e-Posyandu.

Baca Juga :  Skema Baru Dana Revitalisasi Sekolah Transfer Langsung, DPRD Kalteng: Jangan Paksakan Swakelola Jika Tak Mampu!

Ia melanjutkan, aplikasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Barsel dengan cetak biru generasi mendatang yang ditentukan oleh 1000 hari pertama kehidupan yang dimulai dari 9 bulan dikandungan dan 2 tahun pertama pada 5 tahun usia balita.

“Pada usia tersebut, perawatan balita ada pada Posyandu, sehingga Posyandu bukan lagi menjadi kewajiban melaikan jadi suatu kebutuhan,” katanya.

Lisda menambahkan, oleh karena itu pemerintah daerah setempat sudah membuat surat keputusan dalam hal pembinaan untuk masing-masing perangkat daerah untuk bisa membantu Posyandu agar mereka bisa mengemban fungsinya dengan baik, sehingga permasalahan yang selama ini bisa teratasi.

Ia menuturkan, dengan adanya aplikasi e-Posyandu tersebut pemerintah dan instansi terkait dapat melakukan pemantauan terhadap kinerja Posyandu khususnya di Kabupaten Barsel.

Baca Juga :  Polda Jabar Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kasus Pesta LGBT di Karawang

“Sehingga aplikasi ini dapat segera dimonitor tingkat kehadiran balita, ibu hamil dan Lanjut Usia (Lansia) dan dapat mempermudah pelayanan kesehatan terhadap di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini,” tutur orang nomr satu dijajaran Pemkab Barsel ini.

Menurutnya, e-Posyandu ini sangat bermanfaat karena memudahkan masyarakat dalam hal mengetahui identitas balita seperti berat badan dan asupan vitamin karena berada didalam aplikasi tersebut dalam satu portal, sehingga petugas kesehatan di Puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) memiliki data yang sama, karena data tersebut dapat diakses semua orang.

“Sebab aplikasi ini digunakan tidak hanya sebagai pelaporan rutin administrasi Posyandu, tapi juga menjelma sebagai bank data kesehatan, dengan harapan dapat mencakup seluruh kebutuhan balita, ibu hamil dan Lansia, baik dalam mengambil kebijakan di bidang kesehatan,” kata Lisda Arriyana. (Alifansyah)

Berita Terkait

BPB-PK Kalteng Tingkatkan Kapasitas TRC Penanggulangan Bencana melalui Bimtek Manajemen Pengungsi 2026
Gubernur Agustiar Sabran Buka Rakerda APDESI Kalteng 2026, Tegaskan Desa Kunci Kemajuan Kalimantan Tengah
Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel Jadi Tersangka Kasus Suap
Raffi Ahmad Akui Hubungi Istana dan Pimpinan DPR Terkait Kasus Blueray
Kerusakan Jalan Desa Pararapak Barito Selatan Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Kalteng Desak Perbaikan!
Kontroversi Satgas PKH: 4 Juta Hektare Lahan Sitaan Jatuh ke Tangan PT Agrinas Palma Nusantara
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim dari Fase Grup Hingga Final
Krisis Fiskal Daerah! 39 Pemda Mengaku Kehabisan Dana Bayar Gaji PPPK
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:16 WIB

BPB-PK Kalteng Tingkatkan Kapasitas TRC Penanggulangan Bencana melalui Bimtek Manajemen Pengungsi 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:58 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Buka Rakerda APDESI Kalteng 2026, Tegaskan Desa Kunci Kemajuan Kalimantan Tengah

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:30 WIB

Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel Jadi Tersangka Kasus Suap

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:24 WIB

Raffi Ahmad Akui Hubungi Istana dan Pimpinan DPR Terkait Kasus Blueray

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:44 WIB

Kerusakan Jalan Desa Pararapak Barito Selatan Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Kalteng Desak Perbaikan!

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:43 WIB

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim dari Fase Grup Hingga Final

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:39 WIB

Krisis Fiskal Daerah! 39 Pemda Mengaku Kehabisan Dana Bayar Gaji PPPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:12 WIB

Pemanggilan Cabor KONI oleh Kejaksaan, Ada Apa?

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel Jadi Tersangka Kasus Suap

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:30 WIB