Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Simak Perjalanan Karir Sri Mulyani dan Profilnya

- Jurnalis

Rabu, 1 Februari 2023 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Sri Mulyani di BEI, Senin (2/1/2023). [Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Menteri Keuangan Sri Mulyani di BEI, Senin (2/1/2023). [Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden]

1tulah.com – Nama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati muncul sebagai pengganti Perry Warjiyo yang masa jabatannya akan berakhir pada bulan Mei 2023 mendatang.

Sri Mulyani digadang digadang masuk sebagai salah satu calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Yuk simak perjalanan karirnya.

Diketahui Sri Mulyani sendiri sudah beberapa kali menjabat di posisi strategis di bidang keuangan yang ada di Indonesia, bahkan dunia. Oleh karenanya, tidaklah diragukan apabila Sri Mulyani digadang-gadang sebagai salah satu calon Gubernur Bank Indonesia (BI).

Melansir Suara.com yang mengutip dari berbagai sumber, Sri Mulyani merupakan utri asal Tanjung Karang, Lampung. Ia berasal dari keluarga yang bergelut di bidang pendidikan, dimana ayah dan juga ibunya merupakan seorang dosen.

Diketahui, Sri Mulyani menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia dan berhasil mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1986.

Sri Mulyani pun kemudian melanjutkan pendidikannya di University of Illinois at Urbana Champaign Amerika Serikat dan berhasil mendapatkan gelar Master of Science of Policy Economics. Di tahun 1992, barulah Sri Mulyani mendapatkan gelar Ph.D in Economics.

Baca Juga :  Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Perjalanan Karir Sri Mulyani

Pada tahun 2002, perjalanan karir Sri Mulyani pelan-pelan mulai naik, sosok Sri Mulyani yang dikenal sebagai spesialis penelitian keuangan publik, kebijakan fiskal dan ekonomi tenaga kerja ini terpilih menjadi Executive Director pada International Monetary Fund (IMF) yang mewakili sebanyak 12 negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group).

Pada tanggal 21 Oktober 2004, Sri Mulyani mendapatkan tugas pertamanya di Kabinet sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Kemudian, pada tanggal 5 Desember 2005, Sri Mulyani dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Di tahun 2008-2009, Sri Mulyani dipercaya sebagai Pelaksana Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian setelah Menko Perekonomian pada saat itu, Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul

Pada tanggal 1 Juni 2010, ia pun menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Sri Mulyani mengemban jabatan tersebut hingga tahun 2016 sebelum akhirnya kembali ke Tanah Air dan dilantik oleh Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan, serta dipercaya untuk memegang jabatan yang sama pada periode kedua pemerintahan Jokowi di tahun 2019.

Diketahui, selama Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan, sejumlah penghargaan bergengsi berhasil diraihnya. Salah satunya yaitu penghargaan sebagai menteri keuangan terbaik versi majalah Finance Asia.

Perempuan yang lahir di Bandar Lampung tersebut berhasil mendapatkan penghargaan sebagai menteri terbaik dunia tiga kali berturut-turut. Di luar daripada itu, nama Sri Mulyani juga sempat masuk ke dalam daftar 50 Over 50 Asia 2023, di mana daftar tersebut sendiri berisikan wanita yang berusia di atas 50 tahun, berasal dari Asia Pasifik yang mempunyai pencapaian luar biasa dalam bidangnya. (suara.com)

Berita Terkait

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Berita Terbaru