Ferdy Sambo Cuma Dituntut Seumur Hidup, Keselamatan Bharada E Terancam, Netizen : Harusnya HUKUMAN MATI Sih

- Penulis Berita

Selasa, 17 Januari 2023 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolase Richard Eliezer (Bharada E) dan Ferdy Sambo. ([Suara.com/Alfian Winanto])

Foto kolase Richard Eliezer (Bharada E) dan Ferdy Sambo. ([Suara.com/Alfian Winanto])

1TULAH.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya menuntut Ferdy Sambo dengan hukuman penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Yosua Hutabarat.

Netizen mengkhawatirkan keselamatan Bharada E atau Richard Eliezer karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya menuntut Ferdy Sambo dengan hukuman seumur hidup bukan hukuman mati.

Beberapa rakyat Twitter khawatir Richard Eliezer atau yang akrab disapa Icad itu bisa saja menjadi sasaran balasa dendam Sambo.

Pasalnya, Icad berperan besar dalam pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J. Ia merupakan salah satu yang pertama kali berbicara terbuka di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“takut icad bakal kenapa2 woy klo sambo gak dihukum mati,” tulis pengguna Twitter @syther****.

“Harusnya HUKUMAN MATI sih Layak dan sangat layak sekali , kalau SAMBO Masih hidup Dia bisa Kontrol sesuatu dalam balik PENJARA !! Bahaya buat RICHARD ELIEZER Dia harus Dapat Perlindungan juga dari LPSK SEUMUR HIDUP.” timpal netizen lainnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntru Ferdy Sambo dengan hukuman penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Yosua Hutabarat.

“Menuntut supaya majelis hakim PN Jaksel yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan terdakwa Ferdy Sambo terbukti bersalah melakukan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. Menjatuhkan pidana terhadap Ferdy Sambo dengan pidana penjara seumur hidup,” kata JPU saat membacakan tuntutan di PN Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2023).

Baca Juga :  Sudah Berbulan-bulan Berstatus Tersangka, Mantan Ketua KPK Firli Bahuri Belum Juga Ditahan; Jadi Pertanyaan ICW

Tim Jaksa Penuntut Umum menyimpulkan bahwa terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan dan menembak Yosua di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Berdasarkan keterangan saksi Richard Eliezer, terdakwa Ferdy Sambo seketika itu juga menghampiri tubuh korban Nofriansyah Yosua Hutabarat yang sudah tertelungkup dengan menggunakan sarung tangan, menggenggam senjata api, menembakkan ke arah tubuh korban hingga korban Nofriansyah Yosua Hutabarat meninggal dunia,” ucap jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (17/1/2023) dikutip dari Antara.

Dalam sejumlah persidangan sebelumnya, terdapat perdebatan antara sisi Richard Eliezer dengan sisi Ferdy Sambo mengenai penggunaan sarung tangan hitam dan keikutsertaan Ferdy Sambo dalam melontarkan tembakan kepada Brigadir J.

Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf, yang juga merupakan terdakwa dalam perkara ini, sempat mengatakan Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan hitam, sebelum mengganti keterangan mereka dari sarung tangan hitam menjadi masker hitam.

Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf juga mengatakan bahwa mereka tidak melihat Ferdy Sambo ikut menembak Yosua, meski hasil poligraf atau uji kebohongan Kuat Ma’ruf menyatakan bahwa Kuat Ma’ruf berbohong ketika mengatakan tidak melihat Ferdy Sambo ikut menembak Yosua.

Pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis, berulang kali menegaskan bahwa Ferdy Sambo tidak menggunakan sarung tangan hitam, dan ia menguatkan argumen dengan rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa Ferdy Sambo tidak menggunakan sarung tangan saat melangkah masuk ke rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Mabes Polri Didesak Tahan Firli Bahuri, Kasus Dugaan Pemerasan Menteri 

Akan tetapi, Richard Eliezer tetap tegas mempertahankan keterangannya bahwa ia melihat Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan ketika melakukan penembakan, baik penembakan kepada Yosua, maupun penembakan ke arah dinding.

“Kemudian, senjata api yang digunakan, dilap oleh terdakwa Ferdy Sambo guna menghilangkan jejak sidik jari terdakwa Ferdy Sambo, lalu diletakkan di tangan kiri korban Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan maksud seolah-olah telah terjadi tembak-menembak yang mengakibatkan korban Nofriansyah Yosua Hutabarat tertembak dan meninggal dunia,” ucap jaksa.

Ferdy Sambo merupakan salah satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Dalam persidangan ini, Ferdy Sambo menjalani sidang tuntutan.

Sebelumnya, pada Senin (16/1), Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal telah menjalani sidang tuntutan. Keduanya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum untuk dihukum pidana penjara selama delapan tahun.

Selain ketiga terdakwa tersebut, terdapat dua terdakwa lainnya, yakni Richard Eliezer dan Putri Candrawathi. Kelima terdakwa ini didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (suara.com)

Berita Terkait

Pencaiaran Lapisan Es di Laut Antartika Semakin Parah, Ini yang Terjadi bagi Makhluk Hidup di Bumi Jika Terus Dibiarkan
Peluang 6 Caleg DPR RI Dapil Kalteng Melaju ke Senayan; Tiga Petahana dan Tiga Wajah Baru, Siapakah Mereka?
Tumbangkan Petahana, Ini Daftar Caleg Baru yang Lolos ke DPRD Murung Raya
Daftar 7 Caleg Wajah Baru yang Lolos ke DPRD Murung Raya 2024 -2029
Daftar Caleg yang Melenggang ke DPRD di Dapil 3 Murung Raya
German Open 2024 : Rehan)Lisa ke Semifinal
Dibuka Secara Resmi oleh Pj Bupati Barut, Ini Agenda Festival Keuangan Barito (FKB) 2024
Rencanakan Program Penambangan di Wilayah Barito Utara, Ini Janji Komitmen PT EBS

Berita Terkait

Senin, 19 Februari 2024 - 07:36 WIB

Penjualan Anjlok, Nike akan PHK 1.600 Karyawan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:16 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2023 Melambat,Terpengaruh Ekonomi Global

Kamis, 25 Januari 2024 - 18:25 WIB

RAT Pembukuan III KLUB Bartim, Laporkan Telah Bayar Pajak hingga Rp60 M

Senin, 22 Januari 2024 - 21:42 WIB

Mau Kejar Cuan, Startup Unicorn Xendit Umumkan PHK Karyawan

Rabu, 17 Januari 2024 - 09:39 WIB

Komisi VI DPR RI Sebut Izin TikTok Shop Akan Dicabut Kembali Jika Masih Melanggar Permendag Nomor 31

Senin, 15 Januari 2024 - 08:10 WIB

Dapat Insentif dari Pemerintah, Segini Harga Terbaru Wuling Binguo EV

Selasa, 9 Januari 2024 - 08:55 WIB

Sempat Jualan Beras Bersama Sang Ayah, Kini Penghasilan Haji Isam Dari Satu Perusahaan Bisa Tembus Rp. 40 Miliar Per Bulan

Senin, 8 Januari 2024 - 08:00 WIB

IOTF Melalui Fox Logger Perluas Layanan di IKN Resmi Dimulai Januari 2024

Berita Terbaru

Entertainment

Ed Sheeran Masuk Indonesia Gunakan Visa Jenis Baru

Minggu, 3 Mar 2024 - 20:39 WIB

Potret Wulan Guritno bersandar di dada Sabda Ahessa saat nonton konser Ne-Yo (sumber: suara.com)

Entertainment

Tanggapan Sabda Ahessa Usai Digugat Rp396 Juta oleh Wulan Guritno

Minggu, 3 Mar 2024 - 20:36 WIB

Ilustrasi: Stasiun Pengisian BBM di AS.foto pixabay

Nasional

10 Negara dengan Harga Bensin Termahal di Dunia

Minggu, 3 Mar 2024 - 20:34 WIB