Dalam lima tahun terakhir Korea Utara Telah Mencuri Aset Virtual Korea Selatan Senilai $1,2 Miliar

- Jurnalis

Jumat, 23 Desember 2022 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peretas Korea Utara telah mencuri sekitar 1,5 triliun won ($1,2 miliar) dalam bentuk mata uang kripto. (Foto: freepik)

Para peretas Korea Utara telah mencuri sekitar 1,5 triliun won ($1,2 miliar) dalam bentuk mata uang kripto. (Foto: freepik)

1TULAH.COM – Dalam lima tahu terakhir, para peretas asal Korea Utara telah mencuri sebanyak 1,5 triliun won ($1,2 miliar) dalam bentuk uang kripto dan aset-aset lainnya.

Dinas intelejen Korea Selatan mengungkapkan hal ini pada Kamis kemarin, 22 Desember 2022.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) mengatakan, kemampua Korea Utara dalam mencuri aset digital dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia karena negara tersebut telah terfokus pada kejahatann dunia maya sejak sanksi ekonomi PBB yang diperketat pada tahun 2017 sebagai tanggapan atas uji coba nuklir dan misilnya.

Para ahli juga mengatakan, Korea Utara sudah beralih ke peretasan kripto dan aktivitas dunia maya illegal lainnya sebagai sumber kata uang asing yang sangat dibutuhkan untuk mendukung ekonominya yang rapuh dan juga mendanai program nuklirnya menyusul sanksi keras AS dan pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sanksi PBB, yang diperlakukan mulai taun 2016-2017, yakni melarang ekspor utama Korea Utara seperti batu bara, tekstil, dan makanan laut.

Sanksi tersebut juga menyebabkan negara-negara anggota memulangkan para pekerja Korea Utara di luar negeri.

Perekonomian mereka mengalami kemunduran lebih lanjut setelah memberlakukan beberapa pembatasan paling ketat di dunia terhadap pandemi.

NIS mengungkapkan para peretas Korea Utara yang disponsori negara diperkirakan telah mencuri 1,5 triliun won aset virtual di seluruh dunia sejak 2017, termasuk sekitar 800 miliar won ($626 juta) tahun ini saja.

Baca Juga :  Anggaran Cekak, DPRD Kalteng Beri Sinyal Formasi CPNS 2026 Tak Ada Lowongan

Mereka juga mengatakan, para peretas diperkirakan akan melakukan lebih banyak serangan dunia maya pada tahun depan untuk mencuri teknologi canggih Korea Selatan dan informasi rahasia tentang kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Korea Selatan.

Pada awal bulan ini, diplomat senior dari Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang sepakat untuk meningkatkan upaya mengekang aktivitas siber ilegal Korea Utara.

Sementara itu, pada bulan Februari, panel pakar PBB mengatakan Korea Utara terus mencuri ratusan juta dollar dari lembaga-lembaga keuangan dan perusahaan-perusahaan mata uang kripto serta bursa-bursa. (Delia Anisya Fitri)

Sumber: voaindonesia.com

Berita Terkait

Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang
21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial
Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX
Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 16:39 WIB

Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta

Senin, 20 April 2026 - 15:44 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Senin, 20 April 2026 - 06:31 WIB

Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Berita Terbaru