Tragis! Polisi Tewas Ditikam Sangkur Rekannya Sesama Polisi

- Jurnalis

Rabu, 21 Desember 2022 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi polisi bunuh polisi. [Shutterstock]

Ilustrasi polisi bunuh polisi. [Shutterstock]

1TULAH.COM – Kasus polisi bunuh polisi kembali terjadi. Insiden berdarah ini kembali terjadi di Riau pada Selasa, 20 Desember 2022 sekitar pukul 19.30 WIB.

Diduga karena tak terima ditegur Bripka WF tega menikam rekannya sendiri sesam polisi menggunakan sangkur.

Peristiwa tragis itu dialami korban Aiptu Ruslan yang bertugas di Banit Provos Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau. Ia ditikam rekannya berinisial Bripka WF.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Berdasarkan informasi, insiden maut tersebut berawal saat korban mendatangi Bripka WF yang sedang berjaga di pos penjagaan.

Mengutip Riauonline.co.id–jaringan Suara.com, Aiptu Ruslan memanggil lalu menegur pelaku karena tidak ikut apel pembagian tugas kurve.

Akibatnya, kedua polisi tersebut adu mulut sebelum dilerai oleh anggota yang lain. Tak lama setelah itu, Bripka WF datang bersama oran tua dan menemui Waka SPN Polda Riau.

Bripka WF mengadukan pertengkaran yang terjadi antara dirinya dan korban. Namun Waka SPN Polda Riau meminta agar persoalan ini diselesaikan besok, sebab pihaknya sedang sibuk persiapan pelantikan.

Baca Juga :  Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya "Ganti Pemain" ke BUMN

Tak puas dengan jawaban itu, Bripka WF bertengkar dengan Aiptu Ruslan. Bripka WF menancapkan sebilah sangkur di dada kiri korban, hingga terkapar dan tewas bersimbah darah.

Saat ini, pelaku penikaman sesama anggota polisi dalam pengejaran Polda Riau. (suara.com)

 

Berita Terkait

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas
Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Berita Terbaru