Menu

Mode Gelap

Berita · 22 Nov 2022 10:32 WIB

Politisi Golkar Ini Mengendus Praktik Pungli di Jembatan Timbang, Perlu Pengawasan!


 Ir. H Wisman, MSi, Anggota Komisi II DPRD Kalteng meminta adanya pengawasan ketat terhadap jembatan timbang di Kalteng, Senin (21/11/2022). Foto: Ingkit Perbesar

Ir. H Wisman, MSi, Anggota Komisi II DPRD Kalteng meminta adanya pengawasan ketat terhadap jembatan timbang di Kalteng, Senin (21/11/2022). Foto: Ingkit

1tulah.com, PALANGKA RAYA-Keberadaan jembatan timbang di sejumlah titik di jalur trans-Kalimantan yang berada di Provinsi Kalteng ini, bertujuan menekan terjadinya kerusakan badan jalan, terutama akibat muatan berlebih arus barang dan jasa.

Dalam praktiknya di lapangan terkadang justru dimanfaatkan oleh oknum petugas nakal untuk mengambil keuntungan melalui pungutan liar (pungli) terhadap angkutan yang melebihi kapasitas.

Kalangan DPRD Kalteng menilai bahwa oprasional jembatan timbang perlu pengawasan ketat oleh Pemerintah Daerah. Pasalnya, keberadaan jembatan timbang sangat rawan terjadinya berbagai pelanggaran seperti Pungutan Liar (pungli)

“Bercermin dari pengalaman selama ini, keberadaan jembatan timbang perlu pengawasam ekstra ketat dari pemerintah, karena rawan terjadinya berbagai pelanggaran seperti pungli dan lain-lain,” ucap Anggota DPRD Kalteng dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), H. Wisman, kepada 1tulah.com, Senin (21/11/2022).

Wakil rakyat dari Dapil III meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara ini juga mengungkapkan, keberadaan jembatan timbang pada dasarnya untuk meminimalisir kerusakan jalan, akibat kendaraan bermuatan Over Loading (ODOL), mengingat kapasitas yang mampu ditahan oleh jalan di Kalteng hanyalah 8 ton.

“Kapasitas tersebut telah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 1 tahun 2006, tentang tertib pemanfaatan dan pengendalian muatan. Sehingga dalam rangka mendukung implementasi Pergub nomor 1 tahun 2006, keberadaan dan peranan jembatan timbang sangat pentig tetapi.harus tetap dalam pengawasan ekstra ketat karena rawan tindak pelanggaran,” ujarnya.

Lebih lanjut Anggota Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi Ekonomi dan Sumbar Daya Alam (SDA) ini berharap agar kedepannya fungsi jembatan timbang bisa dijalankan secara optimal, sehingga kerusakan jalan bisa di antisipasi khususnya bagi angkutan ODOL.

“Tentunya selain mencegah terjadinya pelanggaran seperti Pungli, Keberadaan jembatan timbang harus benar-benar dijalankan secara optimal guna mencegah angkutan PBS atau ODOl melintas di jalan umum, sebagaimana implementasi Perda Kalteng nomor 7 tahun 2012,” tutupnya.

Sehubungan dengan ini, pihak otoritas terkait dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng, belum didapatkan konfirmasi resminya, namun sejauh ini wartawan dari media ini terus berupaya mendapatkan tanggapan dan konfirmasi resminya.(Ingkit)

 

 

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua Caretaker DAD Barito Utara Audensi dengan Asisten dua Mewakili Bupati dan Kapolres Barut

3 Desember 2022 - 08:46 WIB

Ketua Caretaker DAD Barito Utara bersama pengurus lain, saat audensi dengan Asisten II, Rahmat MUratni dan dengan Kapolres Barut AKBP Gede Pasek Muliadnyana, Jumat (04/12/2022). Foto. Dellia Anisya Fitri/1tulah.com

Kabar Baik! Kompetisi Liga 1 Digulir 5 Desember

3 Desember 2022 - 08:39 WIB

Ilustrasi pertandingan Liga 1 2022/2023. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]

Berperan Dalam Kesehatan Ibu dan Anak, Pemkab Barut Dukung Rencana Aksi Pokja Posyandu

3 Desember 2022 - 08:38 WIB

Rp 1,794 Triliun, Pemkab Barut Terima Transferan Dana Provinsi Tahun Anggaran 2023

3 Desember 2022 - 08:30 WIB

Jokowi Buka Kembali Peluang Investor Masuk ke IKN, Setelah Kawasan 1A, Giliran Kawasan 1B dan 1C yang Ditawarkan

3 Desember 2022 - 07:48 WIB

Hasil Piala Dunia Grup G : Brasil dan Swiss ke Babak 16 Besar

3 Desember 2022 - 07:12 WIB

Para pemain Timnas Brasil memberikan aplaus pada suporter usai laga Piala Dunia 2022 kontra Kamerun di Stadion Lusail, Qatar, Sabtu (3/12/2022) dini hari WIB. [NELSON ALMEIDA / AFP]
Trending di Berita