Tragis Pelajar di Sukabumi Tewas Dibacok

- Jurnalis

Minggu, 9 Oktober 2022 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi pengeroyokan-pelajar di Sukabumi tewas dibacok (suara.com)

ilustrasi pengeroyokan-pelajar di Sukabumi tewas dibacok (suara.com)

1TULAH.COM -Sungguh tragis nasib yang dialami pelajar SMK di Karang Tengah Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Remaja berinisial R berusia 17 tahun itu tewas dengan kondisi cukup mengenaskan disebabkan sejumlah luka bacokan.

R tewas dibacok diduga oleh sekelompok pelajar lainnya pada Sabtu (8/10/2022) dini hari, di Kampung Pasar, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Menurut pengakuan dari keluarga korban, R mengalami penyerangan pada Jumat malam 7 Oktober 2022. Pelajar itu saat penyerangan tengah minum kopi bersama teman-temannya, di Karang Tengah Cibadak Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :  Kemenkes RI Soroti Maraknya Promosi Vape di Medsos

Korban merupakan warga kelurahan Cibadak. Malam itu dia pamit untuk menginap di rumah neneknya yang berada di Desa Karangtengah Cibadak.

“Korban berangkat dari rumahnya pukul 19.30 WIB, Jumat malam 7 Oktober 2022 untuk pergi kerumah neneknya. Saat itu dia nongkrong sama 6 temannya di warung kopi pinggir jalan dan tiba-tiba ada yang menyerang datang 7 motor, ada bonceng 2 dan 3 orang,” ungkapnya mengutip Suara.com.

Dalam peristiwa itu, R tak berhasil menghindar saat datang serangan mendadak dari para pelaku. “Ada 3 luka di tubuhnya, paling parah merobek perut. Kemungkinan itu yang menyebabkan korban meninggal dunia,” tambah keluarga korban.

Baca Juga :  RKAB Mandek & Biaya BBM Naik 155%, Sektor Pertambangan RI Dalam Bahaya?

Sejumlah saksi menyebut korban disabet celurit dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit RSUD Sekarwangi.

“Lukanya cukup parah. Warga di lokasi kejadian menyebut korban dibacok kelompok pelajar SMK lainnya,” jelas Renaldy Putra Irawan anggota Padepokan Silaturahmi Karangtengah yang membawa korban ke RSUD Sekarwangi. (suara.com)

Berita Terkait

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Berita Terbaru