Siaga Karhutla Musim Kemarau, BPBD Barsel Lakukan Ini

- Jurnalis

Rabu, 29 Juni 2022 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eddy Purwanto (dua dari kanan) bersama Alip Suraya Kepala BPBD (kiri baju oranye) saat memeriksa Sarpras persiapan simulasi Karhutla. 
Foto. Alifansyah/1tulah.com

Eddy Purwanto (dua dari kanan) bersama Alip Suraya Kepala BPBD (kiri baju oranye) saat memeriksa Sarpras persiapan simulasi Karhutla. Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com,BUNTOK – Memasuki musim kemarau yang diperkirakan masuk pada Bulan Juli mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), bersama tim gabungan sejak dini sudah mulai mempersiapkan dan bersiaga menghadapi ancaman bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi hampir setiap tahun di daerah setempat.

“Bencana Karhutla ini memang menjadi salah satu masalah terbesar di Kabupaten kita, bukan hanya unsur kesengajaan tapi juga faktor alam pun sering terjadi, sebab ada beberapa Daerah kita yang memang lebih banyak kering daripada basahnya,” ujar Eddy Purwanto Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barsel kepada wartawan usai acara simulasi selesai, yang berlansung di Bumi Perkemahan Lalemu Lewas, Desa Sababilah, Kecamatan Dusun Selatan, Rabu (29/6/2022).

Menurutnya, bencana karhutla ini merupakan ancaman yang serius bagi kehidupan bersama dan bila hutan dan lahan terbakar bukan hanya menimbulkan permasalahan lingkungan, tetapi juga mengakibatkan gangguan kesehatan terutapa pernapasan dan hambatan transportasi akibat asap tebal yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut serta kerusakan lingkungan lainnya.

Baca Juga :  Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

“Terutama di Daerah daratan yang lahan gambutnya cukup tebal itu bisa mengakibatkan kebakaran serius, karena saya sendiri mempunyai pengalaman terkait dengan kebakaran ini sewaktu saya menjabat Kasat POL PP dan Damkar dulu,” ungkap Eddy.

Oleh karena itu, ia minta, semua pihak harus berperan aktif dalam mencegah pemicu timbulnya Karhutla di Kabupaten yang bersemboyan Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini, baik dengan cara penyuluhan, kampanye, sosialisasi dan penegakkan hukum agar masyarakat paham bahayanya Karhutla ini bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.

Eddy Purwanto mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk mempersiapkan seluruh Sarana Prasarana (Sarpras) dan Sumber Daya Manusia (SDM) sudah sejauh mana kesiapannya dan bagai mana yang harus dilakukan saat mengahadapi bencana Karhutla ini.

“Supaya nanti kalau memang ada kejadian Karhutla kita sudah siap menanggulanginya,” ucapnya

Ia melanjutkan, kegiatan ini juga merupakan prlatihan buat anggota yang baru, yang belum pernah menangani Karhutla ini, dimana pihaknya harus memberikan pelitahan bagaimana standar operasional prosuder yang harus dilakukan saat terjadi Karhutla.

Baca Juga :  Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Sementara itu, Alip Suraya Kepala BPBD Kabupaten Barsel menyampaikan, dengan diadakannya simulasi ini kesiapsiagaan anggota BPBD bisa lebih waspada dalam mengahadapi bencana Karhutla di Kabupaten setempat bisa diminimalisir secara keseluruhan.

Selain itu, ia menambahkan harus dipastikan juga kekuatan pasukan dan keterampilan dalam penggunaan alat untuk penanganan karhutla ini, sebab tidak semua orang bisa menggunakan alat dalam pelaksanaannya, biar semua tidak gagal paham dalam penggunaannya nanti pihaknya masih mendalami dan memberikan pelatihan terhadap penggunaan alat biar semua anggota bisa menggunakannya jadi tidak bergantung satu sama yang lainnya.

“Maka dari itu saya mengimbau kepada masyarakat peliharalah hutan kita dari kebakaran, karena hutan adalah paru-paru Dunia, mari kita sama-sama menjaga hutan kita, karena kebakaran terjadi bukan hanya faktor alam tapi juga adanya unsur kesengajaan dari manusia itu sendiri. Kalau kita membiarkan hutan terbakar, sama saja artinya kita membiarkan kerusakan lingkungan,” kata Alip Suraya. (Alifansyah)

Berita Terkait

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas
Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Berita Terbaru