Radikalisme dan Sikap Intoleran di Masyarakat, Begini cara Mengantisipasinya

- Jurnalis

Senin, 20 Juni 2022 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AnggotaDPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh. Foto:Dok/Kalteng.co

AnggotaDPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh. Foto:Dok/Kalteng.co

1tulah.com,PALANGKA RAYA –Permasalahan radikalisme dan sikap intoleran yang tumbuh di masyarakat, sebenarnya bisa diantisipasi sedini mungkin. Salah satunya adalah dengan berupaya menamamkan nilai dan sikap toleransi sejak anak-anak masih duduk di bangku sekolah.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh meminta, seluruh masyarakat untuk mengajarkan sikap tolerasi pada anak semenjak usia dini, dimana hal tersebut bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam keberagaman.

“Sejatinya manusia sudah sejak lama hidup bertoleransi dalam keberagaman. Dengan menjalin komunikasi yang baik merupakan poin krusial dalam menciptakan suatu kerukunan dan toleransi antar warga masyarakat sebagai makhluk sosial,” ucap Wakil Ketua III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh kepada 1tulah.com, Senin (20/6/2022).

Menurutnya anak usia dini perlu diberikan pembelajaran perihal kebersamaan, keberagaman dan toleransi, guna menjadi pribadi yang baik serta terhindar dari Radikalisme saat beranjak dewasa.

Baca Juga :  Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

“Disinilah pentingnya peranan orang tua, karena orang tua merupakan individu terdekat dengan anak. Merekalah yang dapat membantu memberikan pantauan serta pembelajaran secara emosional kepada seorang anak, supaya anak tumbuh menjadi pribadi yang baik,” ujarnya.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, pentingnya sikap toleransi diajarkan kepada anak semenjak usia dini agar kedepan mereka mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, sekaligus memilah antara hal yang baik dan tidak.

“Setiap orang tua pasti memiliki keinginan supay anak bisa menjadi pribadi yang bagus, memahami serta menghargai perbedaan, terutama bagi kita yang hidup dan tinggal di Negara Indonesia dengan  semboyan Bhinneka Tunggal Ika yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu, termasuk memilah mana hal yang baik dan tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Kendati demikian, sambungnya, masyarakat diharapkan mampu memaknai semboyan Bhineka Tunggal Ika, dimana Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki banyak sekali keberagaman suku, agama dan budaya, sehingga masyarakat Indonesia kerap disebut masyarakat majemuk.

“Menumbuhkan sikap toleransi sangatlah diperlukan oleh masyarakat. Karena hakikatnya Indonesia adalah negara yang tidak hanya memiliki banyak sekali keberagaman agama,  budaya, suku, bahasa dan ras. Selain itu kunci utama dari kesemuanya adalah pengamalan dari Pancasila, karena di dalamnya terdapat norma-norma toleransi,” pungkasnya. (Ingkit)

 

 

Berita Terkait

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis
BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas
Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:47 WIB

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Berita Terbaru