Nakes Terpapar, Puskesmas Sei Rahayu Dilockdown, 21 Warga Barut Terkonfirmasi Meninggal 3 Orang

- Jurnalis

Sabtu, 26 Februari 2022 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan perkembangan Covid-19 di Barito Utara. foto. Satgas kabupaten/1tulah.com

Laporan perkembangan Covid-19 di Barito Utara. foto. Satgas kabupaten/1tulah.com

1tulah.com, MUARA TEWEH– Kasus covid-19 di Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah terus menunjukkan trend naik. Satgas setempat melaporkan sudah tercatat 21 warga terkonfirmasi dan jumlah korban meninggal terkonfirmasi positif sebanyak 3 orang.

Satgas juga melaporkan, tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar terus bertambah. Imbasnya, pelayanan di Puskemas Sei Rahayu dihentikan sementara.

“Sebelumnya puskesmas Bturaya kita tutup, sekarang layanan di Puskesmas Sei Rahayu, sebab ada 8 nakes terpapar covid-19.  Untuk Puskesmas Lemo belum ada laporan nakes terpapar,” kata Siswandoyo, juru bicara Satgas Covid-19 Barito Utara kepada 1tulah.com, Jumat (26/2/2022) malam.

Baca Juga :  HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran

Ia juga melaporkan, tertanggal 25 Februari 2022, ada penambahan sebanyak 21 orang terkonfirmsi positif, 10 pesien sembuh dan  ada tambahan 2 pasien meninggal dunia.

Warga Barut terpapr terbanyak berada di Kecamatan Teweh Tengah, dengan jumlah 14 orang. Satu diantaranya harus di isolasi dan dirawt intensif di RSUD Muara Teweh. Di Kecamatan Lahei ada 2 orang terkonfirmasi positif.

Baca Juga :  KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Lalu di Kecamatan Lahei Barat 3 orang. Kecamatan Montallat 1 orang. Kecamatan Gunung Timang 1 orang.

Sementara pasien meninggal terpapar covid-19 berasal dari Kecamatan Teweh Tengah 2 orang dan Kecamatan Lahei Barat 1 orang. Total korban meninggal terpapar selama pandemi di Barito Utara sebanyak 48 orang.

 

 

 

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terbaru