Grafik Meninggi, Keseriusan Satgas Penanganan COVID-19 Barut, Dipertanyakan

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2020 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taufik Nugraha S Kom

Taufik Nugraha S Kom

1tulah.com,MUARA TEWEH-Terus naiknya grafik kasus pasien terpapar virus COVID-19 di Barito Utara(Barut) Kalimantan Tengah, membuat banyak kalangan mempertanyakan keseriusan Satgas penanganan COVID-19 setempat, memutus mata rantai penyebarn virus berasal dari Wuhan China ini.

Mempertanyakan kinerja bukan tanpa alasan. Sebab, dua hari lalu, Barito Utara, diumumkan oleh Satgas penangan COVID-19 pusat, termasuk 17 kabupaten/kota di Indonesia masuk daerah risiko sedang ke risiko tinggi(zona merah,red). Tidak itu saja, Satgas Barut pun diminta transparant memberikan publikasi pasien yang terpapar dan yang di isolasi, tanpa harus menyembunyikan identitas mereka.

Taufik Nugraha, mantan anggota DPRD Barut mengaku miris mendengar berita di media mainstream perkembanga pandemi COVID di Barut yang terus menunjukkan grafik meninggi. Pemerintah daerah melalui Satgas penangnan COVID nya, mesti bekerja maksimal, bertindak komprehensif serta optimal memutus mata rantai penyebaran.

Dirinya juga berharap gugus Satgas tidak merahasiakan identitas-identitas pasien COVID-19 agar dapat kiranya di publikasi sebagai bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat, bukan untuk mengucilkan pasien tersebut.

Baca Juga :  Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

“Penyakit ini bukan aib yang harus disembunyikan. Pengungkapan identitas sebagai upaya memutus mata rantai penularan, tidak untuk hal-hal negatif. Kita semua sadar virus ini menghantui masyarakat sehingga perlu diwaspadai bersama,” ungkap Taufik Nugraha, Minggu(30/8/2020).

Menurutnya, jangan sampai nyawa masyarakat dipertaruhkan dengan menyembunyikan informasi terkait COVID-19. Kalau di publikasi alamat dan tempat tinggal pasien, masyarakat bisa berhati-hati, sekaligus bisa membantu saat pasien menjalani karantina mandiri, apalagi jika si pasien tergolong kategori warga kurang mampu. Kita warga bisa saling gotong royong membantu,” kata Taufik.

Sementara itu, Juru bicara(jubir) Satgas penanganan Covid-19 Barut, Siswandoyo mengatakan, terkait tindak lanjut Barito Utara masuk zona resiko sedang ke zona resiko tinggi, menyampaikan imbauan Bupati Nadalsyah tiada henti  mengingatkan masyarakat,  Pandemi belum usai.

Team gugus tugas dimintanya, lebih serius dalam upaya pemutusan rantai penularan COVID-19 dengan melaksanakan 3 T. Yaitu, tracing penemuan kontak erat terhadap pasien positif.  Testing dengan RDT maupun tes swab RT PCR, dan Treatment dengan pelayanan pengobatan dan upaya penyembuhan lainnya.

Baca Juga :  Bupati Buka Rakor TPAKD, Tekankan Pentingnya Akses Keuangan Inklusif bagi Ekonomi Daerah

“Bapak Bupati mengimbau masyarakat jangan panik, Pemerintah Kab Barut serius dan mampu menangani Covid 19.  Team pendisiplinan protokol kesehatan juga terus bergerak mendisiplinkan masyarakat untuk patuh  menggunakan masker bila keluar rumah dan ditempat tempat umum, sertas tetap disiplin melaksanakan protokol Kesehatan, dengan sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau pakai hand sanitizer, jaga jarak hindari kerumunan,” kata Siswandoyo.

Sementara terkait publikasi mengenai identitas pasien COVID-19, ketika jumpa pers beberapa waktu lalu, Siswandoyo mengatakan,tidak mempublikasi identitas dan alamat pasien, sesuai hasil RDP pihaknya dengan anggota DPRD Barut. “Tidak mempublikasi nama pasien dan alamat agar tidak gaduh di masyarakat,” katanya Siswandoyo.(eni)

 

Berita Terkait

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 21:42 WIB

Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres

Jumat, 17 April 2026 - 18:40 WIB

Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6

Berita Terbaru