Proyek Food Estate di Provinsi Kalteng Gagal; Ini Gagasan Program Ketahanan Pangan yang Ditawarkan Capres IMIN

- Jurnalis

Sabtu, 2 Desember 2023 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan Food Estate yang gagal total di Kabupaten Gunung Mas, Kalteng.Foto:Ist

Lahan Food Estate yang gagal total di Kabupaten Gunung Mas, Kalteng.Foto:Ist

1TULAH.COM-Proyek Food Estate besutan Presiden Jokowi dan Menhan RI Prabowo Subianto sedianya diharapkan mampu menjaga katahanan pangan nasional.

Namun faktanya di lapangan bahwa proyek tersebut hanya berhenti pada pembukaan lahan, sedangkan tanaman singkong yang ditanam di atas lahan tersebut sama-sekali tidak menghasilkan, terutama pada lahan food estate yang berada di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalteng.

Selain para pegiat lingkungan hidup, gagalnya proyek Food Estate ini juga menjadi sorotan pasangan calon Presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Paslon Capres Anies-Muhaimin (IMIN) menawarkan gagasan baru dalam rangka menjaga ketahanan pangan Nasional. Gagasan tersebut berupaya menggembalikan urusan ketahanan pangan kepada lembaga Bulog dan melalui konsep Contract Farming.

Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa food estate yang menjadi program andalan ketahanan pangan besutan Presiden Joko Widodo gagal.

Bahkan, ia menyatakan sampai saat ini food estate tidak terbukti menghasilkan. “Food estate terbukti gagal. Setelah di jalankan dan tidak menghasilkan,” kata Muhaimin saat berada di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Senin (1/12/2023).

Baca Juga :  Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Muhaimin mengatakan, apabila food estate ingin dilanjutkan, diperlukan evaluasi yang mendalam mengenai program tersebut. Hal itu perlu dilakukan agar produktivitas petani bisa melonjak tinggi.

“Sehingga kita pasti evaluasi food estate itu dengan membuat produktivitas petani kita yang tinggi, menciptakan lahan yang lebih produktif untuk petani kita. Sehingga ketersediaan pupuk dan distribusi hasil pertanian,” ungkapnya.

Tetapi, bila program tersebut dianggap lebih banyak merugikan, Muhaimin berjanji bila menjabat sebagai wakil presiden terpilih, akan menghentikan program tersebut. “Food estate telah gagal. Ya pasti nggak dilanjutkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Muhaimin menyatakan bakal lebih mengandalkan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menstabilkan harga, kualitas dan kuantitas pangan di masyarakat.

“Tugas petani itu produksi, tugas pemerintah itu menjaga harga. Sehingga peran Bulog seperti peran masa lalu yang memberikan kepastian harga sekaligus penyerapan hasil produksi. Itu lebih baik dibanding yang lain,” katanya.

Food Estate Diganti Contract Farming

Baca Juga :  Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Sebelumnya, Capres Anies Baswedan juga mengatakan hal serupa, yakni tidak akan melanjutkan program food estate dan akan lebih memilih sistem contract farming.

Secara umum, ia menjelaskan bahwa contract farming merupakan kesepakatan kerjasama antara petani dan perusahaan terkait pengelolaan hasil, atau pemasaran produk pertanian dan akan melibatkan BUMD, BUMN hingga pihak swasta.

“Jadi sentra-sentra pertanian yang sekarang ada itu dijadikan sebagai mitra, bisa BUMD, bisa BUMN, bisa swasta tapi pemerintah mempersiapkan regulasinya,” kata Anies di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/11/2023).

Menurut Anies, program itu juga memberi kemudahan petani lokal. Produk pertanian mereka, kata Anies, bisa disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan lewat badan-badan usaha tersebut.

“Kami melihat seperti itu agar lebih adil karena mereka yang selama ini berpuluh-puluh tahun memang memproduksi pertanian,” ujar Anies.

Anies berasumsi, bila berdasarkan program food estate yang saat ini dikerjakan, maka negara harus menyediakan lahan-lahan baru untuk ditanami. Bahkan, manfaat food estate dinilai tidak langsung menyentuh masyarakat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island
Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Berita Terbaru