Insentif Belum Dapat, Sppd Sulit Diminta, Dan APD Beli Sendiri, Nakes di Barut Prustasi

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2020 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com, MUARA TEWEH– Para tenaga kesehatan(nakes) menjadi garda terdepan melawan virus corona. Hampir setiap hari mereka kontak erat dengan pasien, kontak erat(OTG), Suspek(ODP/PDP) dan terkonfirmasi(positif covid). Mereka butuh support dari siapapun, terutama pemerintah. Namun apa dikata, jika suport itu tak ada.

Seperti dialami para nakes di Kabupaten Barito Utara(Barut) Kalimantan Tengah, mereka mulai prustasi. Apa sebab? merasa kurang mendapat dukungan maksimal saat menangani masalah Covid-19.

satuan tugas nakes di laboratorium kesehatan(labkes) Muara Teweh misalnya, tak merasa mendapat asupan suplemen, baik itu ketersediaan APD dan juga dana. Sebab, mengajukan SPPD dalam kerja memutus mata rantai covid-19 saja tak ada jawaban.

Padahal, menurut salah sumber tenaga kesehatan, Jumat(17/7/2020) mengatakan, petugas labkes Muara Teweh selalu melaksanakan perintah kerja.

“Kami beberapa kali tugas ke luar melakukan rapidtest, ada 12 orang team kami di Labkes. Tapi belum pernah mendapat insentif dan SPPD. Kerja  penuh resiko terpapar,” kata sumber, minta namanya jangan viral, Jumat(17/7).

Baca Juga :  Putra-Putri Pariwisata Barito Utara 2026 Masuki Grand Final, Siapkan Duta Wisata Berkualitas

Sebelumnya, curhat keluh kesah juga pernah disampaikan sejumlah nakes di RSUD Muara Teweh. Mereka mempertanyakan insentif yang belum diterima. Terparah, pernah mereka kesal dan kecewa, lalu mempertanyakan di sosial media, saat di minta isolasi lantaran kontak erat pasien terkonfirmasi Covid-19.

“Kami malah tak dapat jatah makan. Beruntung masih ada nakes lain yang urunan membelikan kami makanan dan juga Mie,” kata nakes yang juga sama minta namanya tidak di viralkan.

Terpisah, Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Barito Utara Jainal Abidin, ketika dikonfirmasi terkait keluhan nakes di Labkes, Jumat siang mengatakan, segera akan memperhatikan dan menindaklanjuti informasi tersebut.

“Kami akan mengkaji hal tersebut nantinya dengan Dinas Kesehatan dan UPT Laboratorium Dinas Kesehatan,” kata Jainal, melalui sambungan percakapan What App kepada wartawan.

Pemkab Barito Utara sendiri sebenarnya, sangat serius menangani pandemi Covid-19 di daerah ini. Hal ini terlihat dari data yang diperoleh media ini, bahwa penyesuaian APBD tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 tersedia dana sebesar Rp35.014.492.000.

Baca Juga :  Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6

Dana tersebut dialokasikan ke beberapa DPA-SKPD yaitu Dinas Kesehatan Rp4.106.200.000. RSUD Muara Teweh (DAK Alkes) sebesar Rp2.158.900.000. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rp1.546.050.000. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebesar Rp2.145.828.000. Serta pada Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) berupa komponen belanja tidak terduga dicadangkan untuk tambahan biaya operasional penanganan Covid-19 dan lainnya sebesar Rp16.978.022.000.

Dari belanja tidak terduga sebesar Rp16 M lebih telah dianggarkan untuk tujuh SKPD dengan nomor DPA 4.04.4.04.02.00.00 senilai Rp3.429.180.385. Tanggal SP2D masing-masing 15 Juni 2020, 17 Juni 2020, dan 6 Juli 2020.

Tujuh SOPD dimaksud dalam Sub Unit Pejabat Pengelola Keuangan Daerah adalah Kecamatan Gunung Timang, Dinas Kesehatan, Kecamatan Gunung Purei, Dinas PUPR, Dinas Sosial PMD, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.(eni)

Berita Terkait

Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres
Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6
PT Suprabari Mapanindo Mineral Berhasil Meraih Peringkat Hijau PROPER 2024–2025
Pemkab Barito Utara Bersama TP PKK Gelar Rakor Percepatan Penanganan Penurunan Stunting 2026
Putra-Putri Pariwisata Barito Utara 2026 Masuki Grand Final, Siapkan Duta Wisata Berkualitas
Bupati Buka Rakor TPAKD, Tekankan Pentingnya Akses Keuangan Inklusif bagi Ekonomi Daerah
Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Bupati Shalahuddin Perintahkan Penanganan Darurat
Tower Telekomunikasi di Desa Sikui Dalam Ancaman Longsor, Bupati Barito Utara Ambil Langkah Cepat

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:42 WIB

Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres

Jumat, 17 April 2026 - 18:40 WIB

Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6

Jumat, 17 April 2026 - 12:12 WIB

PT Suprabari Mapanindo Mineral Berhasil Meraih Peringkat Hijau PROPER 2024–2025

Jumat, 17 April 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Barito Utara Bersama TP PKK Gelar Rakor Percepatan Penanganan Penurunan Stunting 2026

Kamis, 16 April 2026 - 17:51 WIB

Putra-Putri Pariwisata Barito Utara 2026 Masuki Grand Final, Siapkan Duta Wisata Berkualitas

Rabu, 15 April 2026 - 20:13 WIB

Bupati Buka Rakor TPAKD, Tekankan Pentingnya Akses Keuangan Inklusif bagi Ekonomi Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 20:04 WIB

Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Bupati Shalahuddin Perintahkan Penanganan Darurat

Rabu, 15 April 2026 - 16:54 WIB

Tower Telekomunikasi di Desa Sikui Dalam Ancaman Longsor, Bupati Barito Utara Ambil Langkah Cepat

Berita Terbaru