1tulah.com,MUARA TEWEH-Ditengah masih kisruh dan kecewa nya pelanggan PLN terkait lonjakan tagihan listrik membengkak, warga meski bersiap-siap agar suplay listrik ke rumah tidak terputus. Kenapa?PLN masih memberlakukan sangsi penunggak tagihan listrik, dari segel MCB hingga pencabutan KWH jika menunggak sampai 2 bulan. Tindakan tegas ini pun berlaku di saat pandemi Covid-19.
Manager PLN ULP Muara Teweh, Gustiyadi Fathur Rahmandi mengatakan, resiko menunggak 1(satu) bulan segel MCB atau ganti ke meter pulsa. Menunggak 2 bulan KWH meter& MCB di lepas. “Kalau menunggak selama tiga bulan bersangkutan belum bayar, PLN putuskan bwersangkutan kehilangan status sebagai pelanggan,” kata Fathur,Senin(8/6).
Pelangan saat ini di Barito Utara, jelas Fathur ada sebanyak 34 ribu. Porsi nya menggunakan pulsa/token mencapai 14 ribu, Sedang pelanggan pasca bayar mencapai 12 ribu. “Dalam sebulan ada sekitar 15 sampai 20 KWH kita cabut karena menunggak,” kata Fathur.
Sementara itu, salah warga Muara Teweh, Friana mengatakan, PLN sudah lama pelangan ada keterlambatran pembayaran di SMS atau di inbok melaluli WA. Selain itu mereka juga datang ke rumah menagih. “Pokoknya berkali-kali lebih sering dari Debt Collector” kalau menagih,” kata Priana.(eni)

![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)



![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)
![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-225x129.jpg)














![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



