1tulah.com – Saat ini pembelajaran daring ditetapkan lagi. Itu setelah hampir 2 tahun para orang tua dibuat puyeng dengan cara mengatasi kejenuhan belajar putra putrinya.
Tanpa tatap muka dan bersosialisasi secara langsung dengan guru dan teman-teman. Rasa jenuh dan lelah pasti muncul.
Namun demi kesehatan dan kepentingan bersama, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai masih efektif untuk menghindari anak dari bahaya Covid-19.
Ada beberapa cara dan upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk menghindari rasa jenuh anak belajar dari rumah, termasuk di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), seperti dilasir dari AyoMalang.com mengutip dari siaran resmi halosehat.com:
1. Lebih sering hadir untuk dampingi anak belajar
Mendampingi anak belajar secara daring membutuhkan dedikasi waktu khusus di tengah kesibukan sehari-hari.
Namun, orang tua sebagai pendamping aktif dapat mengajak anak berdiskusi.
Materinya mengulang instruksi guru bila dibutuhkan selama proses belajar hingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bersama anak.
2. Lengkapi dan ubah ruang belajar anak secara berkala.
Ruang belajar anak tentu menjadi faktor penting dalam menjaga kondusifnya proses belajar daring. Jika memiliki ruang lebih, tidak ada salahnya untuk mendedikasikan ruangan tersebut untuk menjadi ruang belajar anak.
Terlebih lagi, pastikan ruangan tersebut jauh dari distraksi seperti televisi, kasur, dan lainnya. Melengkapi dan mengubah tata letak ruang dapat dilakukan bersama anak guna menumbuhkan semangat dan rasa memiliki.
Dan tentu dapat disesuaikan dengan kesukaan anak, seperti dalam pemilihan warna meja dan sebagainya.
3. Sediakan perlengkapan belajar anak sesuai dengan kesukaannya
Perlengkapan belajar yang diperlukan di antaranya tempat pensil, alat tulis, buku tulis, tempat minum, lampu belajar, hingga kursi ergonomis.
Kebutuhan ini juga bisa disesuaikan dengan kesukaan anak dan ajak anak memilih karakter favorit yang diinginkan.
Misalnya memilih tempat pensil dengan karakter kartun kesukaan.
4. Jangan lupa bermain
Bermain merupakan hak dan kebutuhan semua anak. Orang tua dapat melengkapi permainan yang sesuai dengan usia anak guna mengasah kreativitas.
Kegiatan bermain anak yang terganggu ternyata menjadi suatu masalah serius l bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama proses membangun watak atau karakter sosial. ***
Sumber : Ayomalang.com

![Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil Lahadalia di resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju pada Minggu, 26 April 2026 [Suara.com/Tiara Rosana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/kondangan-360x200.jpg)
![El Rumi dan Syifa Hadju [Instagram/elrumi]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/EL-RUMI-NIKAH-360x200.jpg)
![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)














