1tulah.com, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pengembangan industri obat bahan alam sebagai salah satu sektor unggulan berbasis kekayaan hayati daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan regulasi, pembinaan pelaku usaha, serta kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, saat mewakili Gubernur Kalimantan Tengah memberikan sambutan pada kegiatan Penyerahan Sertifikat Pelaku Usaha Obat Bahan Alam Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Tjilik Riwut, Lantai II Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya, Rabu (15 Juli 2026).
Sunarti mengatakan Kalimantan Tengah memiliki potensi besar menjadi salah satu sentra obat bahan alam di Indonesia karena didukung hutan tropis yang luas serta keanekaragaman hayati yang melimpah. Berbagai tanaman herbal khas daerah seperti Pasak Bumi, Bajakah, dan Tabat Barito memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpeluang dikembangkan menjadi produk kesehatan yang aman, bermutu, dan berkhasiat.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong terciptanya ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri obat bahan alam melalui kolaborasi lintas sektor, pembinaan pelaku usaha, serta penguatan regulasi yang memberikan kepastian berusaha sekaligus melindungi masyarakat. Regulasi yang baik bukanlah hambatan, melainkan landasan untuk membangun kepercayaan dan daya saing,” ujar Sunarti.
Menurutnya, sinergi antara BBPOM, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan industri obat bahan alam berbasis potensi lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama BBPOM Palangka Raya menyerahkan sertifikat kepada pelaku usaha obat bahan alam yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Sertifikat tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen pelaku usaha dalam menjaga kualitas, keamanan, serta mutu produk yang dihasilkan.
Selain penyerahan sertifikat, kegiatan juga dirangkaikan dengan Gerakan Minum Jamu Bersama sebagai upaya melestarikan budaya konsumsi jamu sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat di masyarakat. Peserta juga diimbau memilih produk jamu yang telah memiliki izin edar dan memenuhi standar keamanan serta mutu yang ditetapkan BPOM.
Sunarti berharap pengembangan industri obat bahan alam dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah melalui optimalisasi pemanfaatan tanaman herbal lokal secara berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kita berharap potensi tanaman obat khas Kalimantan Tengah mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing Kalimantan Tengah sebagai daerah penghasil obat bahan alam berkualitas,” pungkasnya.(*)
Penulis : Hewu























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

