Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toyota Supra Gazoo Racing atau Toyota Supra GR di GIIAS 2019 [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Toyota Supra Gazoo Racing atau Toyota Supra GR di GIIAS 2019 [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

1TULAH.COM-Kabar mengejutkan datang dari sektor energi. Pertamina resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang cukup signifikan untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Penyesuaian harga ini mulai diberlakukan secara nasional per 20 April 2026.

Kenaikan ini menjadi sorotan para pemilik kendaraan kelas menengah ke atas, terutama mereka yang sangat bergantung pada bahan bakar dengan oktan tinggi (RON 98) dan kadar cetane berkualitas.

Rincian Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi 2026

Berikut adalah rincian harga terbaru yang berlaku di SPBU Pertamina:

Jenis BBM Harga Lama Harga Baru (Per 20 April 2026)
Pertamax Turbo Rp 13.100 Rp 19.400
Dexlite Rp 23.600
Pertamina Dex Rp 23.900

Meskipun kenaikan harga Pertamax Turbo menembus angka Rp 19.000-an, riset dari BRI Danareksa memprediksi bahwa kebijakan ini tidak akan mengguncang konsumsi masyarakat secara luas. Hal ini dikarenakan pangsa pasar BBM jenis ini bersifat eksklusif dan terbatas pada segmen kendaraan tertentu. Dampaknya terhadap inflasi nasional pun diprediksi hanya bersifat marginal.

Daftar Mobil yang Wajib Menggunakan Pertamax Turbo

Pertamax Turbo (RON 98) bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi mesin dengan rasio kompresi tinggi. Jika mobil Anda termasuk dalam daftar di bawah ini, siap-siap merogoh kocek lebih dalam untuk menjaga performa mesin tetap optimal.

Baca Juga :  Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

1. Mobil Eropa (Segmen Premium & Luxury)

Mobil pabrikan Eropa seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Audi dirancang dengan teknologi mesin presisi yang sangat sensitif terhadap kualitas BBM.

  • BMW Seri 3 (320i/330i): Mesin turbonya membutuhkan pembakaran stabil agar tetap responsif.

  • Mercedes-Benz C-Class: Mengandalkan efisiensi tinggi yang membutuhkan oktan tinggi untuk mencegah knocking.

  • Audi A4 (TFSI): Teknologi Turbo Fuel Stratified Injection sangat bergantung pada RON 98 untuk efisiensi maksimal.

2. Mobil Jepang dengan Mesin Turbo Modern

Pabrikan Jepang kini banyak menggunakan mesin kapasitas kecil namun dibekali turbocharger agresif yang menuntut bahan bakar berkualitas.

  • Honda Civic Turbo: Menggunakan mesin 1.5L VTEC Turbo yang direkomendasikan menggunakan BBM oktan tinggi.

  • Toyota GR Corolla: Tuning mesin dari divisi Gazoo Racing memerlukan pembakaran yang bersih dan kuat.

  • Mazda CX-9: Mesin Skyactiv-G Turbo membutuhkan oktan tinggi untuk mengoptimalkan torsi di putaran rendah.

3. Mobil Sport dan Performance Car

Segmen ini adalah pengguna “wajib” Pertamax Turbo. Penggunaan BBM oktan rendah dapat berisiko fatal seperti kerusakan piston akibat knocking.

  • Toyota GR Supra: Menggunakan mesin inline-6 hasil kolaborasi dengan BMW yang sangat sensitif.

  • Nissan GT-R: Mesin handcrafted (takumi) membutuhkan oktan tertinggi untuk menjaga performa ekstrem.

  • Subaru WRX: Mesin boxer turbo membutuhkan kestabilan pembakaran saat dipacu pada kecepatan tinggi.

Baca Juga :  Kemenkes RI Soroti Maraknya Promosi Vape di Medsos

4. SUV Premium dan Hybrid Modern

Meski fokusnya adalah kenyamanan dan efisiensi, SUV modern tetap membutuhkan pembakaran yang sempurna.

  • Lexus RX: Membutuhkan BBM berkualitas tinggi agar mesin tetap halus dan senyap.

  • Toyota Alphard Hybrid: Memerlukan pembakaran bersih agar transisi antara mesin bensin dan motor listrik berjalan mulus.

  • Hyundai Palisade: Membutuhkan bahan bakar berkualitas untuk menjaga tenaga mesin besarnya saat perjalanan jarak jauh.

Mengapa Tetap Harus Menggunakan Pertamax Turbo?

Meskipun harga melonjak, pemilik kendaraan di atas disarankan tidak turun kasta ke BBM oktan rendah. Penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi dapat mengakibatkan:

  1. Penurunan Performa: ECU akan menurunkan timing pengapian untuk melindungi mesin, sehingga mobil terasa “lemot”.

  2. Konsumsi BBM Boros: Pembakaran tidak sempurna membuat mesin bekerja ekstra keras.

  3. Kerusakan Jangka Panjang: Penumpukan karbon pada katup dan risiko kerusakan internal mesin yang biaya perbaikannya jauh lebih mahal daripada selisih harga BBM.

Kenaikan harga ini memang menantang bagi para pengguna kendaraan premium, namun demi menjaga aset dan kenyamanan berkendara, kualitas bahan bakar tetap menjadi prioritas utama. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!
Harga BBM & LPG Nonsubsidi Naik: Strategi Efisiensi Pengusaha hingga Fenomena Porsi Makan yang ‘Menciut’
Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting
Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 
Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 09:41 WIB

Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 05:57 WIB

Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Selasa, 21 April 2026 - 05:47 WIB

Harga BBM & LPG Nonsubsidi Naik: Strategi Efisiensi Pengusaha hingga Fenomena Porsi Makan yang ‘Menciut’

Senin, 20 April 2026 - 21:36 WIB

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Senin, 20 April 2026 - 20:48 WIB

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Berita Terbaru