Asmi Wulandari, Remaja Korban Bullying yang Kini Menjadi Duta Anti-Bullying dan Pengusaha Muda Melalui Brand ‘Miuw Art’ Surabaya, Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asmi Wulandari

Asmi Wulandari

1TULAH.COM-Seorang remaja berbakat Asmi Wulandari atau akrab disapa Ami dan saat ini berusia 16 tahun.
Ami pernah menjadi korban bullying kini berhasil bangkit dan menjelma menjadi Duta AntiBullying dari lembaga sosial ZISWAF, sekaligus seorang seniman, penulis muda, dan pengusaha kreatif melalui brand kaos lukisnya, Miuw Art.

Bakat Besar dari Masa Kecil yang Tidak Terhenti oleh Bullying. Sejak kecil, Ami menunjukkan kemampuan luar biasa dalam seni gambar, terutama sketsa dan animasi.

Dedikasinya membuahkan berbagai apresiasi, termasuk penghargaan dari Wakil Wali Kota saat itu, Bapak Dedie A. Rahim, atas prestasinya sebagai anak berbakat yang terus berkarya,  meskipun menghadapi berbagai tekanan sosial.

Selain seni visual, Ami juga belajar Bahasa Jepang secara otodidak dan gemar menonton anime, yang turut memperkaya karakter visual dalam setiap karyanya.

Duta Anti-Bullying dari Lembaga ZISWAF
Pengalaman pahit masa lalu menggerakkan Ami untuk terlibat dalam advokasi sosial. Melalui lembaga sosial ZISWAF, Ami resmi ditetapkan sebagai Duta Anti-Bullying untuk mendukung program nasional “Stop Bullying Indonesia”.

Baca Juga :  Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Dalam perannya, Ami aktif mengedukasi masyarakat, mengisi sesi berbagi, dan menjadi wajah dari gerakan perlindungan anak di berbagai kegiatan sosial.

Peran Ami diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak remaja untuk berani bersuara, melawan kekerasan psikis, dan menghentikan budaya perundungan.

Membangun Usaha Kreatif: Lahirnya ‘Miuw Art’
Tidak hanya berprestasi di bidang seni, Ami juga membangun usaha kreatif berbasis karya pribadi. Brand Miuw Art adalah kaos lukis handmade yang menampilkan lukisan original Ami. Setiap  desain memiliki karakter unik dan dikerjakan dengan penuh detail.

Pendapatan dari Miuw Art tidak hanya menjadi sarana kemandirian finansial, tetapi juga mendukung kegiatan sosial. Saat SMP, Ami bahkan menggunakan hasil penjualan karyanya untuk menjadi guru bagi anak-anak jalanan, menunjukkan kepedulian dan empati yang tinggi sejak usia muda.

Aktif Berkarya, Termasuk Mempersiapkan Novel Kedua
Selain berkarya di bidang seni rupa, Ami juga telah merambah dunia literasi. Setelah menyelesaikan novel pertamanya, kini ia tengah mempersiapkan novel keduanya, memperlihatkan sisi lain dari kreativitasnya.

Baca Juga :  Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Asmi Wulandari

Melanjutkan Pendidikan Sesuai Bakat
Ami saat ini merupakan siswi SMK PGRI 13 Surabaya, jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang sepenuhnya mendukung minat dan bakatnya. Ke depan, Ami bercita-cita menjadi pengusaha kreatif dan kreator seni profesional yang mampu membuka lapangan kerja bagi generasi muda lain.

Tentang Miuw Art
Miuw Art adalah brand kreatif yang berfokus pada produk kaos lukis handmade lukisan original karya Asmi Wulandari. Setiap produk dibuat secara personal dan unik, menjadikannya brand lokal yang memiliki karakter.

Tentang ZISWAF

ZISWAF adalah lembaga sosial yang salah satu program ya dalam bidang advokasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu program nasionalnya adalah gerakan “Stop Bullying Indonesia” yang bertujuan memberikan perlindungan, edukasi, dan dampingan bagi korban perundungan di berbagai wilayah Indonesia.

Penulis : Delia Anisya Fitri
Editor   : Dadang Hardiwan

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Berita Terbaru