Pj Bupati Indra Gunawan Sebut Lomba Sepak Sawut Tunjukan Kekayaan Tradisi Lokal Penuh Makna

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Bupati Barito Utara (Barut), Kalteng, Indra Gunawan, didampingi Sekretaris Daerah Muhlis, kepala perangkat daerah, dan para camat, menyaksikan langsung lomba sepak sawut yang digelar dalam rangkaian Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Kompi Raider, Selasa, 9 September 2025. Foto: Diskominfosandi Barut

Pj Bupati Barito Utara (Barut), Kalteng, Indra Gunawan, didampingi Sekretaris Daerah Muhlis, kepala perangkat daerah, dan para camat, menyaksikan langsung lomba sepak sawut yang digelar dalam rangkaian Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Kompi Raider, Selasa, 9 September 2025. Foto: Diskominfosandi Barut

1TULAH.COM, Muara Teweh – Pj Bupati Barito Utara (Barut), Kalteng, Indra Gunawan, didampingi Sekretaris Daerah Muhlis, kepala perangkat daerah, dan para camat, menyaksikan langsung lomba sepak sawut yang digelar dalam rangkaian Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Kompi Raider, Selasa, 9 September 2025.

Lomba sepak sawut atau sepak bola api adalah sebuah tradisi unik yang berasal dari Kalteng, khususnya daerah Sampit dan sekitarnya.

Meskipun namanya mengandung kata “sepak sawut” yang merujuk pada bola dari sabut kelapa, pada kenyataannya, bola yang digunakan terbuat dari buah kelapa tua yang sudah dikeringkan dan direndam dalam minyak tanah, kemudian dibakar hingga menyala.

Tujuan dari permainan ini bukan untuk mencetak gol ke gawang, melainkan untuk menjaga api tetap menyala dan menjatuhkan bola api ke area lawan, yang biasanya ditandai dengan lingkaran.

Baca Juga :  Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres

Permainan ini tidak dimainkan dengan kaki telanjang seperti sepak bola biasa, tetapi menggunakan teknik khusus untuk mengontrol dan menendang bola api tanpa melukai diri. Pemain biasanya melumuri kaki mereka dengan minyak atau lumpur untuk mengurangi risiko terbakar.

Makna Lomba Sepak Sawut lebih dari sekadar permainan, lomba sepak sawut memiliki makna mendalam bagi masyarakat Kalimantan Tengah antaralain, uji nyali dan mental, tradisi kultural, di mana sepak sawut adalah bagian dari warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Serta sebagai sarana komunikasi dan interaksi sosial.

Pj Bupati Indra Gunawan memberikan apresiasi kepada para pemain atas penampilan mereka yang memukau, apalagi lomba sepak sawut berlangsung dengan meriah dan disaksikan oleh banyak penonton yang antusias, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kegembiraan.

Baca Juga :  Tower Telekomunikasi di Desa Sikui Dalam Ancaman Longsor, Bupati Barito Utara Ambil Langkah Cepat

“Lomba ini juga berfungsi sebagai sarana interaksi sosial dan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Para penonton dan peserta berkumpul untuk menyaksikan dan meramaikan acara.

Lomba sepak sawut menunjukkan kekayaan tradisi lokal yang penuh tantangan dan makna filosofis,” katanya.

“Dengan adanya festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan diharapkan budaya dan tradisi lokal dapat dipertahankan dan dilestarikan bagi penerus generasi muda ke depan,” imbuhnya.

Adapun kontingen kecamatan yang bertanding dalam lomba sepak sawut pada malam hari ini dengan skor akhir dan berhak maju ke babak berikutnya,

Teweh Tengah vs Teweh Baru berakhir dengan adu penalti, dimenangkan oleh Teweh Tengah.

Selanjutnya Teweh Timur menang atas Gunung Purei, dan Lahei Barat unggul atas Gunung Timang.

Editor: Aprie

Berita Terkait

Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres
Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6
PT Suprabari Mapanindo Mineral Berhasil Meraih Peringkat Hijau PROPER 2024–2025
Pemkab Barito Utara Bersama TP PKK Gelar Rakor Percepatan Penanganan Penurunan Stunting 2026
Putra-Putri Pariwisata Barito Utara 2026 Masuki Grand Final, Siapkan Duta Wisata Berkualitas
Bupati Buka Rakor TPAKD, Tekankan Pentingnya Akses Keuangan Inklusif bagi Ekonomi Daerah
Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Bupati Shalahuddin Perintahkan Penanganan Darurat
Tower Telekomunikasi di Desa Sikui Dalam Ancaman Longsor, Bupati Barito Utara Ambil Langkah Cepat

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:42 WIB

Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres

Jumat, 17 April 2026 - 18:40 WIB

Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6

Jumat, 17 April 2026 - 12:12 WIB

PT Suprabari Mapanindo Mineral Berhasil Meraih Peringkat Hijau PROPER 2024–2025

Jumat, 17 April 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Barito Utara Bersama TP PKK Gelar Rakor Percepatan Penanganan Penurunan Stunting 2026

Kamis, 16 April 2026 - 17:51 WIB

Putra-Putri Pariwisata Barito Utara 2026 Masuki Grand Final, Siapkan Duta Wisata Berkualitas

Rabu, 15 April 2026 - 20:13 WIB

Bupati Buka Rakor TPAKD, Tekankan Pentingnya Akses Keuangan Inklusif bagi Ekonomi Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 20:04 WIB

Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Bupati Shalahuddin Perintahkan Penanganan Darurat

Rabu, 15 April 2026 - 16:54 WIB

Tower Telekomunikasi di Desa Sikui Dalam Ancaman Longsor, Bupati Barito Utara Ambil Langkah Cepat

Berita Terbaru