Perdagangan Karbon Indonesia: Menhut Raja Juli Antoni Rancang Regulasi Demi Kesejahteraan Rakyat

- Jurnalis

Sabtu, 10 Mei 2025 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan pertemuan dengan Integrity Council For The Voluntary Carbon Market (ICVCM). [Ist]

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan pertemuan dengan Integrity Council For The Voluntary Carbon Market (ICVCM). [Ist]

1TULAH.COM-Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni terus berupaya memaksimalkan potensi perdagangan karbon Indonesia dengan melakukan pertemuan strategis bersama Integrity Council For The Voluntary Carbon Market (ICVCM) dan VERRA. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, kredibilitas, dan akuntabilitas dalam perdagangan karbon di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan ICVCM, yang dihadiri oleh Chief Executive Officer ICVCM Amy Merrill dan Director Of Continuous Improvement Work Programs ICVCM Anton Tsvetov, Menhut Raja Juli Antoni menekankan pentingnya standar tinggi dalam unit karbon yang diperdagangkan secara internasional.

“Indonesia sepenuhnya mengakui peran strategis Dewan Integritas untuk Pasar Karbon Sukarela (ICVCM) dalam menetapkan dan mempertahankan standar tinggi untuk unit karbon yang diperdagangkan secara internasional,” ujar Menhut Raja Antoni di Kantor Kemenhut, Jumat (9/5/2025).

Menhut Raja Antoni meyakini bahwa masa depan pasar karbon tidak hanya bergantung pada volume, tetapi juga pada kualitas, integritas, dan ekuitas. Indonesia berkomitmen untuk menjadi pemasok terpercaya yang berkontribusi secara berarti terhadap tujuan iklim global.

Baca Juga :  Video Amien Rais Soal Presiden Prabowo Dihapus Usai Dicap Hoaks, Pemerintah Ingatkan Sanksi UU ITE

Selain dengan ICVCM, Menhut Raja Antoni juga bertemu dengan VERRA, yang dihadiri oleh Chief Executive Officer VERRA Mandy Rambharos dan Regional Representative APAC Win Sim Tan. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan metodologi dan sistem akreditasi global, memastikan kepemilikan dan otorisasi negara atas setiap unit karbon yang diterbitkan, serta mencegah risiko klaim ganda atau double counting.

Regulasi Perdagangan Karbon Sedang Disiapkan

Menhut Raja Juli Antoni juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan regulasi terkait perdagangan karbon. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025) malam.

“Insya Allah kami sedang menyiapkan regulasi dan sebagainya agar apa yang disebut sebagai carbon market tadi, perdagangan karbon secara sukarela ini bisa kita mulai lakukan, baik oleh pihak swasta, koperasi, atau bahkan masyarakat adat, yang kemudian dapat mengkonversikan dedikasi mereka untuk menjaga hutan itu juga dapat menimbulkan kesejahteraan bagi mereka,” kata Menhut Raja Antoni.

Baca Juga :  Seven Casino: Quick Spin Adventures for Rapid Winners

Menhut Raja Antoni menekankan bahwa hutan tidak hanya untuk dinikmati keindahannya, tetapi juga perlu menimbulkan kesejahteraan bagi masyarakat terutama yang tinggal di sekitar hutan.

“Hutan itu tidak hanya bisa dinikmati dari jarak jauh betapa indah, betapa rimbunnya, betapa hijaunya, tapi kemudian rakyat yang hidup di dalam kawasan maupun rakyat yang hidup di sekitar kawasan justru menjadi titik-titik kemiskinan ekstrem yang selama ini terjadi,” tuturnya.

Dengan adanya perdagangan karbon, diharapkan bisnis dapat berubah dari menebang menjadi menanam, sehingga memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Saya kira salah satu solusi yang memang bisa kita tawarkan, yaitu perdagangan karbon. Jadi bisnisnya harus berubah dari menebang menjadi menanam, dan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat kenapa harus menanam itu kan juga harus ada jaminan ketika mereka menanam dan menjaga tumbuhan-tumbuhan itu justru berdampak langsung terhadap kehidupan mereka,” katanya. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Dilema Marc Marquez di Awal Musim MotoGP 2026: Berkah Terselubung bagi Dominasi Aprilia?
Update Harga BBM Mei 2026: Pertamax Turbo dan Dex Series Naik, Mengapa Pertamax Masih Ditahan?
LocoWin Casino: Quick‑Hit Slots und blitzschnelle Gewinne
Ka casino: Quick‑Hit Gaming voor Directe Winsten
Buntut Potongan Video JK di UGM, Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim
KPK Panggil Staf Ahli Menhub soal Kasus Korupsi DJKA
Polisi Dalami Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Pati, Pengasuh Diperiksa
Wabup Rahmanto Dorong UMKM Lebih Kompetitif
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:26 WIB

Dilema Marc Marquez di Awal Musim MotoGP 2026: Berkah Terselubung bagi Dominasi Aprilia?

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:47 WIB

Update Harga BBM Mei 2026: Pertamax Turbo dan Dex Series Naik, Mengapa Pertamax Masih Ditahan?

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:17 WIB

Ka casino: Quick‑Hit Gaming voor Directe Winsten

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:44 WIB

Buntut Potongan Video JK di UGM, Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

Senin, 4 Mei 2026 - 20:58 WIB

KPK Panggil Staf Ahli Menhub soal Kasus Korupsi DJKA

Senin, 4 Mei 2026 - 20:54 WIB

Polisi Dalami Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Pati, Pengasuh Diperiksa

Senin, 4 Mei 2026 - 18:28 WIB

Wabup Rahmanto Dorong UMKM Lebih Kompetitif

Senin, 4 Mei 2026 - 15:41 WIB

Pimpin Upacara Otda dan Hardiknas, Ini Pesan Wabup Rahmanto Muhidin

Berita Terbaru