Buat Siring 42,7 Miliar di Lanjas, Pemkab Barito Utara Relokasi 50 KK Warga Lanjas

- Jurnalis

Rabu, 6 Januari 2021 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com, MUARA TEWEH–Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah terus mempercantik kawasan pinggiran sungai alias Water Front City (WFC). Di tahun 2021, kawasan yang dibenahi adalah di Kelurahan Lanjas, tepatnya di Jalan Keladan.

Untuk pembangunan ini Pemkab harus merogoh kocek Rp 42,750 Miliar melalui proyek multi years (tahun jamak). Guna pembenahan pinggiran sungai itupun, sebanyak 50 KK yang bermukim di bantaran sungai mesti direlokasi.

“Kawasan bantaran sungai kita benahi. Selain mempercantik kawasan water front city juga menghindari Abrasi Sungai Barito, maka dibangun siring dan turap,” kata Kepala Dinas PUPR Barito Utara, M Iman Tofik kepada 1tulah.com, Rabu (6/1/2021) siang.

Baca Juga :  Pemerintah Didorong Hadir Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Dijelaskan Iman Tofik, pembangunan kawasan itu memang mengenai puluhan rumah warga di Rt 4,5 dan 6.  Namun sudah ada kesepakatan pihak Kecamatan Teweh Tengah, Kelurahan Lanjas dan warga masyarakat, untuk merelokasi 50 kepala keluarga (KK).

“Warga masyarakat yang terkena relokasi akan menempati hunian baru di Jalan Lingkar Kota ujung Dermaga. Mengenai kesepakatan relokasi sudah dilakukan pihak kecamatan dan keluarahan. Sedangkan PUPR nantinya hanya membayarkan wadah hunian baru warga,” ungkap Tofik.

Baca Juga :  PT NPR Dorong Penyelesaian Tali Asih Lahan dengan Pendekatan Kearifan Lokal

Iya juga membenarkan, dasar pelaksanaan proyek multi years sebesar Rp 42,750 Miliar  pelaksanaannya didasarkan  nota kesepakatan antara pemkab Barut dan DPRD setempat tentang pelaksanaan kegiatan tahun jamak (multi years) dengan pekerjaan pembangunan siring/turap tebing Sungai Barito di Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah.

“Tadi bapak Bupati Nadalsyah didampingi pejabat lain sudah meninjau langsung lokasi,” tutupnya. (eni) .

Berita Terkait

PT NPR Dorong Penyelesaian Tali Asih Lahan dengan Pendekatan Kearifan Lokal
Pemerintah Didorong Hadir Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat
Asap Karhutla Pekat, Jarak Pandang di Muara Teweh Diperkirakan 30 Meter
Diduga Tak Penuhi Kesepakatan, Warga Ambil Alih 1.731 Hektare Lahan Sawit PT AGU
Bupati Shalahuddin Tinjau Kembali Lokasi Karhutla di Teweh Selatan
Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla
APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga
Desa Teluk Malewai Percepat Realisasi DD dan ADD hingga 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:29 WIB

PT NPR Dorong Penyelesaian Tali Asih Lahan dengan Pendekatan Kearifan Lokal

Senin, 21 September 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Didorong Hadir Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 13:06 WIB

Asap Karhutla Pekat, Jarak Pandang di Muara Teweh Diperkirakan 30 Meter

Kamis, 17 September 2026 - 17:29 WIB

Diduga Tak Penuhi Kesepakatan, Warga Ambil Alih 1.731 Hektare Lahan Sawit PT AGU

Kamis, 17 September 2026 - 15:59 WIB

Bupati Shalahuddin Tinjau Kembali Lokasi Karhutla di Teweh Selatan

Rabu, 16 September 2026 - 00:15 WIB

Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:12 WIB

APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga

Selasa, 15 September 2026 - 10:46 WIB

Desa Teluk Malewai Percepat Realisasi DD dan ADD hingga 85 Persen

Berita Terbaru