1TULAH.COM – Belum lama ini, dunia dikejutkan oleh kemunculan virus Oropouche, yang mirip dengan demam berdarah, dan telah menyebabkan dua kematian di Brasil.
Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan bahwa korban tersebut adalah wanita di bawah 30 tahun dari negara bagian Bahia yang menunjukkan gejala mirip demam berdarah berat.
Tahun ini, Brasil mencatat 7.236 kasus Oropouche, dengan jumlah terbanyak di negara bagian Amazonas dan Rondonia.
Virus ini memiliki gejala yang mirip dengan demam berdarah, cikungunya, Zika, atau malaria, seperti demam mendadak, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, serta ruam.
Gejala ini biasanya berlangsung antara 2 hingga 7 hari dan dapat kembali muncul dalam beberapa hari hingga minggu.
Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk penggigit yang terinfeksi, khususnya dari jenis Culicoides paraensis.
Untuk pencegahan, penting untuk menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan pengusir nyamuk dan perlindungan fisik.
Saat ini, belum ada obat khusus untuk Oropouche. Pengobatan berfokus pada mengatasi gejala, seperti istirahat, konsumsi cairan, dan obat pereda nyeri.
Untuk kasus parah, mungkin diperlukan perawatan medis lebih lanjut. CDC juga merekomendasikan untuk menghindari penggunaan aspirin atau NSAID untuk mencegah risiko pendarahan.
Penulis : Laili Rukhmina

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)





![Ilustrasi Sabu. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074458-225x129.jpg)



![Kapal tanker super (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade militer AS di Selat Hormuz. [Al Jazeera]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/hormuz-selat-225x129.jpg)



![Ilustrasi Sabu. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074458-360x200.jpg)

![Kapal tanker super (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade militer AS di Selat Hormuz. [Al Jazeera]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/hormuz-selat-360x200.jpg)




![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



