Temukan Ibu dengan 13 Anak, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Kemiskinan Struktural

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan. (Suara.com/LorensiaClara)

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan. (Suara.com/LorensiaClara)

1TULAH.COM-Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, memberikan perhatian serius terhadap pola pikir tradisional masyarakat Indonesia yang masih menganggap banyak anak mendatangkan banyak rezeki, meskipun secara finansial tidak memadai.

Menurut Veronica, pola pikir tersebut jika tidak dibarengi dengan dukungan ekonomi yang kuat, justru akan menjadi lingkaran setan yang memicu kemiskinan struktural, stunting, hingga maraknya praktik perkawinan anak.

Fakta di Lapangan: Satu Ibu Memiliki 13 Anak

Dalam diskusi mengenai pemberdayaan masyarakat di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/4/2026), Veronica memaparkan temuannya yang mengejutkan di lapangan. Ia menyebutkan masih banyak ditemukan keluarga dengan jumlah anggota yang sangat besar di daerah dengan tingkat ekonomi rendah.

“Di Tegalwaru saja, saya temukan ada yang ibu punya anak 13,” ungkap Veronica.

Ia menilai kejadian ini adalah sistem yang terus berulang. Ibu yang menikah di usia muda sering kali terjebak dalam situasi ekonomi sulit namun terus menambah jumlah anak tanpa perencanaan yang matang.

Baca Juga :  KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB

Dampak Rantai: Dari Beban Ekonomi ke Perkawinan Anak

Veronica menjelaskan bahwa ketika sebuah keluarga memiliki belasan anak tanpa sokongan finansial yang cukup, kebutuhan dasar dan tumbuh kembang anak menjadi tidak terpenuhi. Untuk mengurangi beban ekonomi, sering kali orang tua mengambil jalan pintas yang merugikan masa depan anak.

“Kalau kita lihat jenjang ekonominya nggak cukup, pasti anak 15 tahun belum cukup umur dia akan nikahkan. Nanti anak 15 tahun punya anak lagi, dia juga nggak tahu merawat anaknya seperti apa karena tertekan dengan ekonomi itu. Inilah sebenarnya bubbling yang kita lihat,” jelasnya.

Selain perkawinan anak, tekanan ekonomi ini juga memperbesar risiko terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan dan anak-anak.

Kemiskinan dan Stunting: Masalah Lintas Sektor

Persoalan sosial ini menurut Veronica tidak bisa diselesaikan secara instan. Dibutuhkan sinergi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kemenko Polkam hingga aparat penegak hukum seperti kepolisian, jaksa, dan hakim.

Baca Juga :  Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Ia menekankan bahwa akar masalahnya adalah kemiskinan yang kemudian berujung pada masalah kesehatan kronis seperti stunting. “Menyelesaikannya tak semudah membalikkan telapak tangan,” tambah Veronica.

Solusi Kementerian PPPA: Kebun Pangan Lokal Perempuan

Sebagai langkah konkret intervensi, Kementerian PPPA meluncurkan program Kebun Pangan Lokal Perempuan. Program ini bukan sekadar upaya ketahanan pangan, tetapi juga berfungsi sebagai:

  1. Pemberdayaan Ekonomi: Memberikan wadah bagi perempuan untuk menghasilkan pangan secara mandiri.

  2. Pusat Edukasi Parenting: Menjadi tempat komunitas untuk penguatan psikologis dan edukasi pola asuh anak yang benar.

  3. Entry Point Pemberdayaan: Memastikan asupan nutrisi keluarga tersedia dari hasil usaha mandiri komunitas perempuan.

“Jadi asupan makanan tidak akan di luar lagi, tapi dari dalam, untuk dalam,” pungkas Veronica menutup pernyataannya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Berita Terbaru