Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp16.768 per Dolar AS, Tersulut Sentimen Kesepakatan Tarif AS-India

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]

Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]

1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tajinya pada pembukaan perdagangan Selasa (3/2/2026).

Mata uang Garuda berhasil berbalik menguat (rebound) seiring dengan munculnya sentimen positif dari pasar global terkait hubungan dagang Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa pagi, rupiah bergerak di level Rp16.768 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 0,18 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada Senin (2/2/2026) yang berada di level Rp16.800.

Dampak Positif Kesepakatan AS-India

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pendorong utama penguatan rupiah pagi ini adalah kabar tercapainya kesepakatan tarif antara Amerika Serikat dan India. Kesepakatan ini memberikan angin segar bagi optimisme pasar global.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS dipicu oleh berita kesepakatan tarif antara AS dengan India,” ujar Lukman saat memberikan keterangan.

Baca Juga :  Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Meski demikian, Lukman mengingatkan bahwa ruang penguatan rupiah mungkin masih akan terbatas. Hal ini disebabkan oleh pergerakan indeks dolar AS yang masih berada dalam tren naik (uptrend).

Data Manufaktur AS Masih Perkasa

Faktor yang menahan penguatan lebih jauh adalah rilis data ekonomi domestik AS. Indeks manufaktur Amerika Serikat dilaporkan jauh lebih kuat dari perkiraan pasar, yang secara otomatis memperkokoh posisi Greenback.

“Penguatan rupiah kemungkinan terbatas karena indeks dolar masih menguat menyusul data manufaktur AS yang sangat solid,” jelas Lukman. Sebagai informasi, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia berada di posisi 97,43, sedikit turun dari posisi sebelumnya di 97,63.

Pergerakan Mata Uang Asia Berpesta

Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga terpantau menguat terhadap dolar AS pagi ini:

  • Baht Thailand: Menguat tajam 0,31%

  • Won Korea: Naik 0,16%

  • Yen Jepang: Naik 0,12%

  • Dolar Singapura: Naik 0,12%

  • Yuan China: Menguat 0,07%

Baca Juga :  Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Sebaliknya, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang terpantau melemah tipis sebesar 0,01%.

Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini

Selain faktor geopolitik dan data ekonomi AS, pelaku pasar domestik kini tengah mencermati aliran modal asing di pasar saham (ekuitas). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai akan memengaruhi volatilitas rupiah dalam jangka pendek.

Lukman memprediksi rupiah hari ini akan bergerak stabil di kisaran sempit. “Rupiah berpotensi bergerak dalam kisaran Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Berita Terbaru