Program Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah: Anak Tidak Wajib Datang ke Sekolah

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang

1TULAH.COM-Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi resmi terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati, menegaskan bahwa pemerintah tidak mewajibkan siswa untuk datang ke sekolah hanya demi mengambil jatah makanan mereka.

Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan perbaikan gizi nasional tanpa mengganggu waktu istirahat dan liburan para siswa serta keluarga.

Fokus Utama Kelompok 3B Selama Masa Libur

Meski sekolah memasuki masa libur, Nanik menjelaskan bahwa distribusi MBG tetap berjalan normal bagi kelompok prioritas yang disebut Kelompok 3B, yaitu:

  1. Ibu Hamil (Bumil)

  2. Ibu Menyusui (Busui)

  3. Anak Balita

“Untuk kelompok 3B, pemberian MBG tetap berjalan seperti biasa. Petugas yang selama ini bertugas akan tetap mengantarkan bantuan makanan tersebut kepada para penerima manfaat,” ujar Nanik di Yogyakarta, Selasa (23/12/2025).

Mekanisme Fleksibel: Bisa Diambil Orang Tua

Bagi sekolah yang ingin tetap menjalankan program MBG selama masa liburan, BGN melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menawarkan opsi yang fleksibel. Sekolah yang berminat dapat mengajukan permohonan, dan makanan akan dikirimkan dalam bentuk makanan kering.

Baca Juga :  Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Nanik menekankan agar informasi ini tidak disalahartikan oleh publik.

“Anak-anak tidak dipaksa datang ke sekolah. Makanan MBG silakan diambil oleh ibunya, ayahnya, atau saudaranya. Jika sekolah atau wali murid tidak mau menerima pun, tidak apa-apa. Tidak ada paksaan, jadi mohon jangan diplintir,” tegasnya.

Bantahan Terkait Penghamburan Anggaran

Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga meluruskan isu yang menyebutkan bahwa pemberian MBG saat libur sekolah adalah upaya untuk menghabiskan sisa anggaran tahunan. Sebaliknya, BGN mengklaim telah melakukan efisiensi besar-besaran.

  • Anggaran 2025: Rp 71 Triliun.

  • Target Awal: 6 Juta penerima manfaat.

  • Realisasi Capaian: Mampu menjangkau hingga 50 Juta anak Indonesia dan kelompok 3B.

Rahasia Penghematan: Dapur Mandiri

Penghematan ini dapat terjadi berkat kolaborasi dengan berbagai yayasan dan mitra yang membangun Dapur Mandiri. Hal ini mengurangi beban biaya pembangunan dapur oleh pemerintah.

Baca Juga :  Penanganan Karhutla: DPRD Kalteng Desak Pemda Jujur Soal Anggaran dan Dorong Status Bencana Nasional

Saat ini, biaya yang dikeluarkan BGN dialokasikan secara transparan untuk:

  • Unit cost makanan sebesar Rp 15.000 per porsi.

  • Gaji hampir 100 ribu karyawan (termasuk ahli gizi dan akuntan) di SPPG dari Sabang sampai Merauke.

  • Biaya operasional program.

Pesan Presiden Prabowo: Gizi Merata untuk Semua

Program MBG merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Visi besarnya adalah memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang terlewatkan dalam mendapatkan asupan gizi yang layak.

“Pesan Pak Prabowo jelas, baik anak jalanan yang belum sekolah, hingga santri di pondok pesantren—baik yang terdaftar di Kemenag maupun tidak—semua harus mendapatkan Makan Bergizi Gratis,” tambah Nanik.

Adapun mengenai wacana pemberian makan gratis bagi lansia dan penyandang disabilitas, Nanik mengklarifikasi bahwa program tersebut berada di bawah ranah Kementerian Sosial, bukan bagian dari program Badan Gizi Nasional. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Berita Terbaru